Zairullah Tinjau Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas SD dan SMP Sederajat

2 min read
2.222

KabarKalimantan, Batulicin – Bupati Tanah Bumbu Zairullah Azhar melakukan kunjungan ke Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat dalam rangka pemantauan pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) yang berlaku mulai Senin (13/9/2021).

Dalam kunjungan tersebut, Zairullah Azhar yang didampingi Kadisdik Eka Saprudin memantau SDN Pondok Butun, SMPN 1 Batulicin, SDN Batulicin 2 dan SD AL-Fath.

Sementara Sekretaris Daerah Tanbu H Ambo Sakka meninjau di wilayah Kusan Hilir yakni SDN 1 Pasar Baru, SMPN 1 Kusn Hilir dan SMPN 2 Kusan Hilir. Sedangkan, Staf Ahli Bupati Anwar Salujang meninjau di wilayah Kecamatan Simpang Empat.

Baca Juga :   Siti Hadijah Menangis Melepas Kerinduannya dengan Zairullah Azhar dan Mendoakan Jadi Bupati Lagi

Zairullah Azhar mengaku bersyukur karena sudah bisa melaksanakan PTMT perdana selama pamdemi Covid-19 ini. Meskipun yang boleh masuk sekolah hanya sekitar 25 persen sesuai ketentuan pemberlakuan PTM pada wilayah PPKM level 3.

“Syukur Alhamdulillah kita sudah bisa gelar PTM. Semoga ini awal yang baik dan status PPKM di Tanah Bumbu segera turun level lagi ke level 2, sehingga bisa 50 persen masuk sekolah. Kita harapkan kondisi pandemi ini segera berakhir,” katanya.

Baca Juga :   Kemenag Tanbu Gelar Bimbingan Perkawinan Pra Nikah

Saat itu, Zairullah juga memberikan motivasi kepada anak-anak untuk belajar dan mengejar cita-citanya.

“Rajin belajar ya, biar bisa sukses jadi dokter, polisi, TNI dan lainnya. Pokoknya semangat ya,” pesan Zairullah saat memberikan motivasi kepada para siswa.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Tanbu Eka Saprudin menambahkan, untuk kondisi sekarang pembelajaran tatap muka hanya dibatasi 4 jam. Sistemnya, juga diserahkan ke sekolah, namun dengan catatan hanya 25 persen.

Baca Juga :   Sarah Ayu Ikuti Kejuaraan Bhayangkara Extreme Open Championship Level III di Tanbu

“Penerapan protokol kesehatan menjadi wajib, menggunakan masker dan cuci tangan. Dan untuk pembelajaran ini kita akan evaluasi lagi nanti,” katanya.
Eka mencontohkan, misalkan sekolah sistem kelas A dan B perharinya dengan pembagian waktu kelas 1-3 pukul 08.00-10.15 Wita.

“Tiap ruangan hanya 10 orang. Jadi dua mata pelajaran per harinya dengan sistem per 2 jam belajar, sementara untuk kelas 4 sampai 6, sampai dengan pukul 12.00 Wita,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *