Terjunkan 85 Personil, Polresta Banjarmasin Optimalkan ETLE dalam Operasi Patuh Intan 2026

0-4064x3074-0-0#

KabarKalimantan, Banjarmasin – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banjarmasin memulai pelaksanaan Operasi Kepolisian Kewilayahan Patuh Intan 2026 yang berlangsung sejak 26 Oktober-8 November 2026 dengan menerjunkan sebanyak 85 personilnya.

Operasi Kepolisian Kewilayahan Patuh Intan 2026 selama 14 hari tersebut ditandai dengan gelar apel pasukan di halaman Mapolresta Banjarmasin yang dipimpin langsung Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Riza Muttaqin dihadiri Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin, Dandim 1007/Banjarmasin Kolonel Czi Selamet Riyadi, dan sejumlah tamu undangan lainnya, Senin (26/10/2028).

Dalam amanatnya, Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Riza Muttaqin menekankan bahwa gelar apel pasukan tersebut bertujuan untuk memastikan kesiapan operasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas.

Dalam operasi kali ini, Polresta Banjarmasin juga mengoptimalkan penggunaan teknologi untuk mendukung penegakan hukum. Sebanyak lima perangkat Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) milik Polresta Banjarmasin dan satu perangkat milik Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin disiapkan untuk mendukung kelancaran operasi.

“Apel gelar pasukan ini menjadi langkah penting untuk memastikan kesiapan personel, sarana dan prasarana, serta koordinasi seluruh unsur yang terlibat,” jelasnya

Kapolres juga menekankan, Operasi Patuh Intan 2026 ini tidak hanya berfokus pada penindakan pelanggaran, tetapi juga mendorong tumbuhnya kesadaran masyarakat agar lebih tertib dan mengutamakan keselamatan berlalulintas di jalan raya.

“Dalam operasi ini, ada sejumlah sasaran utama yang kita tujukan, yaitu menurunkan angka pelanggaran lalu lintas, mengurangi kecelakaan dan fatalitas korban, meningkatkan disiplin masyarakat, serta mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas,” jelas Kapolres.

Ia menjelaskan, berdasarkan data Direktorat Lalu Lintas Polda Kalimantan Selatan, angka kecelakaan lalu lintas pada 2025 mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada 2024 tercatat sebanyak 947 kasus kecelakaan, sedangkan pada 2025 turun menjadi 871 kasus. Jumlah korban meninggal dunia juga menurun dari 389 orang pada 2024 menjadi 267 orang pada 2025.

Meski demikian, jumlah korban luka berat justru meningkat dari 132 orang pada 2024 menjadi 139 orang pada 2025. Data tersebut menjadi pengingat bahwa upaya meningkatkan keselamatan berlalu lintas masih perlu terus diperkuat.

Riza menekankan, seluruh personel yang terlibat agar mengedepankan pendekatan humanis melalui edukasi, sosialisasi, dan penyuluhan kepada masyarakat. Pengawasan juga diminta ditingkatkan di sejumlah titik rawan pelanggaran, kecelakaan, dan kemacetan.

Kawasan sekolah, pusat aktivitas masyarakat, serta ruas jalan dengan mobilitas kendaraan tinggi menjadi lokasi yang memerlukan perhatian khusus.

Melalui Operasi Patuh Intan 2026, Kapolresta berharap kesadaran masyarakat dalam mematuhi aturan lalu lintas semakin meningkat, sehingga risiko kecelakaan dapat ditekan dan keselamatan pengguna jalan lebih terjamin.(sh/red/KK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *