KabarKalimantan, Batulicin – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tanah Bumbu membagikan 25 paket sembako kepada masyarakat kurang mampu, Rabu (12/8). Kegiatan yang digelar bertemakan “PWI Tanah Bumbu Peduli” itu sekaligus menjadi bagian dari momentum memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Semua pengurus dan anggota PWI Tanah Bumbu bergerak mendatangi sejumlah lokasi di Batulicin dan Simpang Empat untuk menyerahkan paket sembako secara langsung. Sasaran utama mulai dari anak-anak yang ada di panti asuhan hingga kepada pekerja yang hanya mengandalkan penghasilan harian.
Lokasi pertama yang dikunjungi Panti Asuhan Permata Hati Batulicin yang menampung 30 anak yatim-piatu.

Di tempat itu, PWI Tanah Bumbu menyerahkan dua dus mie instan dan 30 kilogram beras yang diterima oleh Ibu Erni, istri pengelola Panti Asuhan Permata Hati.
Erni mengucapkan terima kepada Ketua PWI Tanah Bumbu Slamet Riadi, dan anggotanya yang telah berkesempatan berkunjung ke panti asuhan untuk memberikan bantuan sembako kepada anak-anak yatim piatu yang ada di panti asuhan ini.
Dari yayasan, rombongan bergerak menuju kawasan Pasar Harian Niaga Bersujud, Sejumlah pengemudi becak, gojek dan petugas parkir menerima paket sembako di lokasi tersebut.

Para pengemudi becak yang ada di tepi kawasan Jalan Transmigrasi, Plajau juga menjadi target PWI untuk memberikan bantuan paket sembako, kemudian Perjalanan berlanjut ke Kantor Kelurahan Tungkaran Pangeran, Kecamatan Simpang Empat, untuk menyerahkan puluhan paket sembako kepada warga setempat.
Ketua PWI Tanah Bumbu Slamet Riadi mengatakan, aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian organisasi sekaligus cara memaknai kemerdekaan dengan berbagi kepada warga kurang mampu.

“Kami berharap, semoga bantuan sembako yang sudah kami salurkan kepada warga ini dapat memberikan manfaat bagi kehidupan keluarganya,” katanya.
Bang Yadi mengungkapkan, Program PWI Tanah Bumbu Peduli tidak berakhir sampai di sini, namun gerakan ini akan terus dilanjutkan ke sejumlah kecamatan lainnya.
“Jangan sampai menunggu orang benar-benar membutuhkan, baru kita memberikan bantuan,” sebut Bang Yadi.
Slamet Riadi












