Hadapi Cuaca Ekstrem, PT Borneo Indobara Berupaya Maksimal Meminimalisir Debu dan Perketat Penyiraman Air di Sejumlah Titik Rawan Polusi 

KabarKalimantan, Batulicin
Menghadapi musim kemarau tahun ini, perusahaan tambang batubara PT Borneo Indobara terus berupaya menekan tebaran debu di area conveyor, crusher, maupun di sepanjang jalan hauling, dengan rutin melakukan penyiraman di 80 titik lokasi rawan debu.

Dalam melancarkan tindakan preventif itu, PT Borneo Indobara menjalin kerjasama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk memperoleh informasi prakiraan cuaca serta perubahan musim yang cepat dan akurat.

Pada saat dikonfirmasi oleh media ini, Coal Chain Coordinator & CPP Operation Dept Head PT Borneo Indobara Hari Gemilaksono, Jumat (7/8/2026) siang di Batulicin mengatakan, bahwa perusahaan PT BIB komitmen menjaga lingkungan sekitar dengan memperkuat sistem pengendali debu di sekitar area crushing plant (crusher), barge loading conveyor, stokpile pelabuhan, guna mencegah polusi udara berdampak ke pemukiman warga dengan rutin melakukan penyiraman.

Perlu diketahui bersama, bahwa tahun ini musim kemarau dan cuaca ekstrem disertai angin tenggara yang bertiup kencang dari laut ke dataran menimbulkan percikan debu.

“Harus kita pahami bahwa kejadian alam tersebut tidak bisa kita hindari, yang pasti PT Borneo Indobara terus bergerak secara intensif dalam mengatasi fenomena debu yang berlangsung saat ini,” ujar Hari Gemilaksono.

Pun demikian, Hari menyadari bahwa penyiraman terhadap debu secara maksimal di jalan atau area terbuka tidak cukup hanya memakai air biasa, karena cepat menguap.

“Oleh karena itu, untuk efektifitas optimal maka harus dengan mencampur air dan zat aditif road dust suppressant atau garam higroskopis (seperti kalsium klorida) guna mengikat partikel debu, serta mengatur volume semprotan yang tepat agar menghasilkan butiran air halus (kabut atau fine spray), supaya kelembaban tanah bisa bertahan lebih lama,” ungkap Hari.

Untuk penyiraman rutin menggunakan 3 unit water truck berkapasitas 20.000 liter secara estafet sepanjang shift dengan meningkatkan konsumsi debit air operasional dari 130 meter kubik perjam pada kondisi normal, menjadi 170-200 meter kubik perjam.

Selain melakukan penyiraman di sejumlah area stokpile pelabuhan dan jalan hauling, PT Borneo Indobara juga memberikan bantuan penyiraman di sepanjang jalan pemukiman warga desa Mekar Jaya, serta memberikan bantuan masker dan sabun untuk membersihkan halaman rumah warga yang terdampak debu.

Di lain hal, Hari menambahkan, bahwa PT Borneo Indobara pada saat ini telah melakukan penanaman bibit pohon cemara laut sebanyak 3.100 pohon yang berada di 11 lokasi stokpile batubara pelabuhan Bunati. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir tebaran debu yang terjadi di saat musim kemarau, dan juga bertujuan untuk menghijaukan lingkungan (go green) sebagai komitmen perusahaan PT BIB.

Dengan menanam pohon cemara laut, lanjutnya, tentunya ke depan debu yang terbawa angin dapat diantisipasi, sebab pohon ini cepat besar dan daunnya rimbun, sehingga sangat optimal untuk menahan debu yang terbawa angin.

“Kami yakin, bibit pohon cemara laut yang kami tanam di sekitar lokasi tepi pantai pelabuhan stokpile akan bertahan hidup hingga 90 persen, karena tumbuhan ini sangat cocok tumbuh di daerah seperti ini,” sebutnya.

Supaya tidak terjadi krisis air di musim kemarau panjang ke depan, lanjutnya lagi, kini manajemen PT Borneo Indobara berkomitmen untuk memanfaatkan kolam air eks tambang batubara Energi Sinar Tambang (EST) yang berlokasi di kilometer 9,2, dengan cadangan air baku sebanyak 665.826 meter kubik untuk cadangan air saat musim kemarau panjang.

Lebih jauh lagi Hari menambahkan, bahwa PT Borneo Indobara dalam waktu dekat ini akan mengerjakan penanaman pipa air berdiameter 8 inc sepanjang 10 kilometer dengan realisasi anggaran sebesar Rp 23 miliar. Karena komitmennya telah menerapkan dan mengantongi sertifikasi standar Internasional ISO, khususnya ISO 14001: 2015 tentang sistem Manajemen Lingkungan, serta ISO 45001:2018 untuk sistem manajemen.

Manajemen Kesehatan dan Keselamatan kerja (K3). Sertifikasi ini mendukung komitmen perusahaan dalam menjalankan praktik pertambangan yang baik (good mining practice).

Sementara itu, ER & Suistanbility Development dept Head PT Borneo Indobara R Lington menegaskan komitmen perusahaan untuk terus mengevaluasi dan menyempurnakan penanganan lingkungan.

“Karena ini adalah bagian tanggung jawab kami menjalankan operasional yang ramah lingkungan dan menjaga hubungan harmonis dengan masyarakat sekitar lingkar tambang,” ucapnya.

Selain itu, PT BIB juga berupaya untuk complay terhadap aturan terkait lingkungan, semua tenaga kerja sudah mengikuti sertifikasi jabatan sebagaimana mengikuti aturan dalam rangka good mining practice (GMP) atau kaidah teknik pertambangan yang baik, dan pihak manajemen berupaya agar bagaimana perusahaan berjalan dengan lancar sehingga kesempatan bekerja bagi masyarakat bisa berlanjut dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dapat terjaga dari kontribusi royalti yang begitu besar hingga belasan triliun pertahun yang  terus disetorkan oleh perusahaan PT Borneo Indobara kepada pemerintah.

Terpisah, Kepala Desa Mekar Jaya Wiyono Setiawan menyampaikan, bahwa cuaca ekstrem setiap tahun mesti terjadi dan hal ini tidak dapat dihindari, namun dari pihak desa sangat mengapresiasi upaya yang telah dilakukan oleh PT Borneo Indobara dalam mengatasi debu saat ini bisa dikatakan sudah maksimal.

“Kalau untuk menghilangkan debu yang ada ini tidak mungkin, karena kejadian alam. Telah kami ketahui hingga saat ini warga desa Mekar Jaya tidak ada yang terserang  penyakit ISPA (Inspeksi Saluran Pernapasan Akut),” sebut Kades Wiyono.

Slamet Riadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *