Pelayanan Kesehatan di 23 Desa, Puskesmas Awayan Lanjutkan Inovasi “BAKULA”

KabarKalimantan, Paringin – Puskesmas Awayan terus memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat melalui inovasi BAKULA (Bakunjung Kula Warga Awayan), sebuah program kunjungan rumah yang menyasar lansia, penderita hipertensi, diabetes melitus, disabilitas, serta pasien pasca-rujukan yang mengalami kesulitan mengakses fasilitas kesehatan.

Program ini telah diuji coba sejak 25 Mei 2022 dan resmi diimplementasikan pada 10 Januari 2024 sebagai bagian dari kebijakan peningkatan pelayanan publik oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan.

Kepala Puskesmas Awayan, dr. Winphy Prasetyo, menjelaskan bahwa sebelum hadirnya BAKULA, layanan kunjungan rumah belum berjalan maksimal karena keterbatasan tenaga kesehatan, wilayah jangkauan yang luas, serta tidak adanya sistem kunjungan yang terkoordinasi.

“Dulu kunjungan rumah tidak rutin, tidak terjadwal, dan hanya beberapa desa saja yang terlayani. Banyak warga lansia, penderita hipertensi, diabetes, dan pasien pasca-rujukan kesulitan menuju fasilitas kesehatan,” ujar dr. Winphy.

Ia menambahkan, kondisi geografis menjadi tantangan tersendiri bagi warga yang secara fisik tidak mampu datang ke puskesmas.

“Ada warga yang tidak mampu datang ke puskesmas, sementara jarak ke rumah sakit juga jauh. Di situ kami melihat kebutuhan mendesak untuk layanan jemput bola,” jelasnya.

BAKULA hadir dengan pendekatan terintegrasi dalam satu kali turun ke desa, beberapa pelayanan langsung diberikan, antara lain Posyandu balita, Posyandu lansia, Posbindu, pemeriksaan hipertensi dan diabetes, Perkesmas, konseling kesehatan, dan homecare pasien pasca-rujukan.

“BAKULA bukan sekadar kunjungan rumah. Program ini menggabungkan berbagai layanan agar lebih cepat, efektif, dan menjangkau seluruh desa,” kata dr. Winphy.

Keunggulan BAKULA adalah keterpaduannya, sekali turun ke desa, beberapa program bisa berjalan bersamaan sehingga pelayanan lebih merata dan efisien.

Sejak diterapkan, Puskesmas Awayan mencatat peningkatan signifikan, layanan menjangkau 23 desa secara tuntas, rata-rata 80 individu/keluarga terlayani per tahun melalui kunjungan rumah.

“Capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) juga meningkat, pelayanan lansia 2023: 100%, pelayanan lansia 2024: 100% (dipertahankan), pelacakan TB 2023: 59,1%, pelacakan TB 2024: 107%,” ungkap dr. Winphy.

dr. Winphy berharap BAKULA dapat memperkuat kemandirian masyarakat dalam menjaga kesehatan. “Kami ingin masyarakat tidak hanya menunggu sakit, tapi aktif memeriksa diri dan keluarganya. BAKULA hadir untuk memudahkan, terutama bagi kelompok rentan,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *