Wagub Kalsel Tinjau Banjir Tebing Rimbah, 457 KK Terima Bantuan Sembako dan Layanan Kesehatan

KabarKalimantan, Marabahan – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus bergerak membantu warga terdampak banjir sesuai instruksi Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin. Kali ini, bantuan langsung disalurkan ke Desa Tebing Rimbah, Kabupaten Barito Kuala, yang selama lebih dari dua pekan terendam banjir.

Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, H. Hasnuryadi Sulaiman, didampingi Ketua Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Kalsel, drg. Hj. Ellyana Trisya Hasnuryadi, turun langsung meninjau kondisi banjir pada Jumat (16/1/2026) petang.

Kunjungan tersebut turut melibatkan perwakilan Hasnur Group, Yayasan Hasnur Centre, Nur Sulaiman Community (HSC), Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Bakti Banua, serta jajaran pengurus BKOW Provinsi Kalimantan Selatan.

Kehadiran Wagub Kalsel disambut haru warga yang telah berminggu-minggu bertahan di tengah genangan air. Sejumlah warga bahkan tak kuasa menyembunyikan rasa lega setelah sebelumnya mengaku belum menerima bantuan maupun kunjungan resmi dari pemerintah kabupaten setempat sejak banjir melanda awal Januari lalu.

Dalam dialog langsung dengan warga, terungkap bahwa banjir mulai merendam permukiman sejak 1 Januari 2026. Dari total 667 Kepala Keluarga (KK) di Desa Tebing Rimbah, sebanyak 457 KK terdampak langsung, dengan 382 rumah terendam air setinggi semata kaki hingga mendekati lutut orang dewasa.

Banjir bertahan selama hampir dua pekan. Meski sempat terjadi genangan ringan saat pelaksanaan Haul, ketinggian air justru mencapai puncaknya usai perayaan Tahun Baru. Saat ini, air mulai berangsur surut dengan penurunan sekitar 5 hingga 8 sentimeter dari titik tertinggi yang tercatat pada akhir pekan lalu.

Sebagai bentuk kepedulian, Wakil Gubernur Kalsel menyerahkan 457 paket sembako kepada warga terdampak. Selain itu, posko kesehatan juga didirikan untuk memberikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis, khususnya bagi warga yang mulai terserang penyakit akibat lingkungan yang lembap dan kurang higienis selama banjir berlangsung.

Di hadapan warga, H. Hasnuryadi Sulaiman menyampaikan salam dan pesan langsung dari Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin.

“Bapak Gubernur H. Muhidin menitipkan salam dan doa untuk seluruh warga Desa Tebing Rimbah. Beliau berharap masyarakat tetap kuat, sabar, dan saling membantu di tengah musibah ini,” ujar Hasnuryadi.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga semangat dan optimisme dalam menghadapi cobaan. “Dengan semangat dan harapan, kita bisa berpikir positif dan melewati ujian ini bersama-sama. Jaga keselamatan, kesehatan, dan terus bergotong-royong,” pesannya.

Tak lupa, Wagub Kalsel mengajak para dermawan dan seluruh pihak yang memiliki kelebihan rezeki untuk turut membantu warga Desa Tebing Rimbah. “Bencana ini adalah tanggung jawab kita bersama. Saya mengetuk hati siapa pun yang mampu untuk ikut membantu saudara-saudara kita di sini,” tuturnya.

Suasana haru semakin terasa ketika salah seorang warga lanjut usia, Mbah Juli (70), menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. “Kami sangat berterima kasih. Bantuan dan kehadiran pemerintah membuat kami merasa tidak sendiri menghadapi banjir ini,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.

Sementara itu, Bahtiar Rifani mengungkapkan bahwa banjir berdampak serius terhadap kehidupan warga, terutama sektor pertanian dan infrastruktur desa. Menurutnya, banjir di Desa Tebing Rimbah bersifat statis dan tidak mengenal pasang surut harian.

“Air baru benar-benar surut kalau pembuangan menuju Sungai Barito kembali normal,” jelas Bahtiar.

Ia menyebut sekitar 300 hektar lahan sawah dengan bibit unggul mengalami gagal panen total. Tanaman palawija milik warga juga rusak akibat terlalu lama terendam air.

Tak hanya itu, banjir yang berlangsung lama turut merusak infrastruktur desa. Jalan utama, jalan usaha tani, hingga akses anak-anak ke sekolah kini dalam kondisi rusak parah. “Jalan desa kami rusak berat karena terlalu lama terendam. Ini sangat mengganggu aktivitas warga, termasuk anak-anak sekolah,” ujarnya.

Bahtiar pun menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diterima warga, sekaligus berharap adanya solusi jangka panjang dari pemerintah.

Ia menekankan pentingnya perbaikan sistem pembuangan air menuju Sungai Barito, rehabilitasi jalan desa dan jalan usaha tani, serta program peninggian rumah warga agar lebih siap menghadapi banjir yang hampir setiap tahun terjadi.

“Kami berharap ada perhatian berkelanjutan, bukan hanya penanganan darurat, agar banjir tidak terus berulang dan kehidupan warga bisa kembali normal,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *