KabarKalimantan, Marabahan – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dahsyat melanda kawasan perempatan Pos Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Handil Bakti tepatnya di sekitaran Komplek Batola Residence pada Rabu (21/10/2026).
Kobaran api yang amat besar dan hembusan angin yang begitu kencang membuat api bergerak cepat melalap semak belukar pohon galam kering di belakang pemukiman warga Batola Residence.
Pun kobaran api berhasil dipadamkan oleh para relawan barisan pemadam kebakaran (BPK) namun, karhutla yang terjadi sekira pukul 14.30 Wita itu harus dibayar mahal dengan gugurnya Nurdin alias Amang Udin yang merupakan salah satu relawan BPK Kayu Bulan, Sungai Andai.
Sebelum mengembuskan napas terakhir, Amang Udin yang berada di garis depan saat melakukan pemadaman api sempat mengeluhkan sesak napas dan sakit dada.
Sebelum dinyatakan meninggal dunia, pria berusia 50 tahun itu juga sempat dibawa menjauh dari titik kebakaran dan diberikan pertolongan pertama berupa pemasangan oksigen, lalu dievakuasi ke Klinik Setara Handil Bakti.
“Ketika memadamkan api di bagian depan, beliau mengeluhkan sakit dada. Memang asap begitu tebal, terutama di belakang Kantor Kecamatan Alalak,” papar seorang relawan BPK lainnya.
Sementara Kepala Klinik Setara Handil Bakti, dr Amalia Dewi mengatakan, pihaknya sudah berupaya keras untuk menyelamatkan nyawa Nurdin melalui berbagai metode.
“Sebenarnya pasien datang dalam kondisi pupil midriasis atau sudah meninggal. Kami tetap melakukan standar operasional kedaruratan dan terakhir kami memasang elektrokardiogram, tetapi pasien tetap tidak merespons.”
“Almarhum diduga keracunan asap, karena sempat mengeluhkan sakit dada. Apalagi beliau berada di posisi paling dekat dengan api,” tambahnya.
Selanjutnya jenazah almarhum dibawa ke rumah duka di Jalan Padat Karya, Kompleks Kayu Bulan RT 62 RW 03 Nomor 17 H, Kelurahan Sungai Andai, Kecamatan Banjarmasin Utara, Banjarmasin.












