BANJARMASIN – DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar Rapat Paripurna dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalsel di Ruang Rapat Paripurna H. Mansyah Addrian, Rabu (12/8/2026).
Rapat dipimpin Ketua DPRD Kalsel, Dr. H. Supian HK, S.H., M.H., didampingi Wakil Ketua DPRD Kalsel H. Kartoyo, H.M. Alpiya Rakhman, S.E., M.M., dan Desy Oktavia Sari.
Gubernur Kalsel H. Muhidin, Wakil Gubernur Kalsel Hasnuryadi Sulaiman, unsur Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta tamu undangan turut menghadiri rapat paripurna tersebut.
Mengusung tema “Tugul Maharagu, Bagawi Laju, Banua Maju”, peringatan Hari Jadi ke-76 menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan Kalsel sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mendorong pembangunan daerah.
Dalam rapat tersebut, Wakil Ketua DPRD Kalsel H.M. Alpiya Rakhman membacakan sejarah singkat Provinsi Kalsel. Disebutkan, cikal bakal Kalsel berawal dari Provinsi Borneo yang beribu kota di Banjarmasin setelah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kalsel kemudian menjadi daerah otonom berdasarkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1956 yang mulai berlaku pada 1 Januari 1957. H. Sarkawi tercatat sebagai gubernur pertama. Sementara Hari Jadi Provinsi Kalsel ditetapkan pada 14 Agustus 1950.
Gubernur Kalsel H. Muhidin dalam sambutannya mengapresiasi sinergi DPRD Kalsel dan Pemerintah Provinsi dalam mendukung pembangunan daerah.
“Tema Hari Jadi tahun ini mengandung makna penting, yakni menjaga dan merawat berbagai nilai yang dimiliki daerah, bekerja cepat dan tepat, serta mewujudkan Kalsel yang semakin maju,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Kalsel Hasnuryadi Sulaiman memaparkan sejumlah capaian pembangunan sepanjang 2026. Kalsel disebut masuk lima besar nasional dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah berkinerja tinggi dan kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk ke-13 kalinya secara berturut-turut.
Kalsel juga mencatat capaian dalam penanganan stunting dan kemiskinan. Hasnuryadi menyebut capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama pemerintah daerah, DPRD, Forkopimda, pemerintah kabupaten/kota, dunia usaha, ulama, dan masyarakat.
Ketua DPRD Kalsel Supian HK mengatakan peringatan Hari Jadi bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi momentum untuk memperkuat kebersamaan dalam membangun Banua.
“Kolaborasi yang harmonis antara DPRD dan Pemerintah Provinsi menjadi modal penting dalam menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat serta mendorong percepatan pembangunan di berbagai sektor,” ucapnya.[]












