KabarKalimantan, Batulicin – PT Borneo Indobara (BIB) melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) kembali melaksanakan sebuah gagasan yang disebut “Education Trip” atau pengenalan Integrated Farming System kepada siswa-siswi SMK Negeri 1 Sungai Loban, 12 April 2026.
Kegiatan ini, merupakan program rutin pengenalan Community Learning Center (CLC) kepada pelajar dan masyarakat yang meliputi pengenalan sistem pertanian terpadu, edukasi peternakan dan energi terbarukan, pengalaman interaktif peserta, dukungan program CSR, serta komitmen pengembangan edukasi.
Pada kesempatan itu, para peserta berasal dari siswa/siswi SMK Negeri 1 Sungai Loban mengikuti kegiatan edukasi lapangan mengenai konsep pertanian terpadu atau “Integrated Farming System” yang dikembangkan di kawasan CLC.

Pengenalan Sistem Pertanian Terpadu
Melalui kegiatan ini, peserta diajak mengenal secara langsung berbagai sektor yang saling terintegrasi dalam sistem pertanian terpadu. Peserta belajar mengenai budidaya tanaman sayur-sayuran, budidaya jamur, hingga sistem budidaya ikan menggunakan metode bioflok yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Edukasi Peternakan dan Energi Terbarukan
Selain sektor pertanian dan perikanan, peserta juga melihat secara langsung pengelolaan peternakan sapi dan kambing yang berada di kawasan CLC. Peserta diperkenalkan pada proses pengolahan limbah ternak yang dimanfaatkan menjadi biogas sebagai bentuk penerapan energi alternatif dan pengelolaan limbah berkelanjutan.

Pengalaman Interaktif Peserta
Kegiatan semakin menarik ketika peserta diajak mencoba secara langsung madu kelulut dari sarangnya. Pengalaman tersebut menjadi salah satu momen edukatif yang memberikan wawasan baru mengenai budidaya lebah madu dan potensi hasil peternakan alami.
Sebagai bentuk kenang-kenangan dari kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan bingkisan berupa tanaman sayuran yang dibawa pulang untuk dirawat secara mandiri. Pemberian tanaman ini diharapkan dapat menjadi pengalaman lanjutan bagi peserta untuk mulai mengenal dan menumbuhkan minat terhadap pertanian sejak dini.

Kepala SMK Negeri 1 Sungai Loban, Quadri Hassul, menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan Education Trip yang dinilai memberikan pengalaman belajar nyata bagi para siswa di luar lingkungan sekolah.
“Kegiatan ini sangat positif karena siswa tidak hanya belajar teori di sekolah, tetapi juga melihat langsung bagaimana konsep pertanian terpadu diterapkan di lapangan.”
“Banyak pengetahuan baru yang didapatkan siswa mulai dari pertanian, peternakan, perikanan hingga pengolahan limbah menjadi energi alternatif. Kami sangat mengapresiasi CSR PT Borneo Indobara yang telah memberikan kesempatan belajar seperti ini,” ungkap Quadri Hassul.
Dukungan Program CSR
Sementara Pendamping Program Education Trip dari CSR PT Borneo Indobara Sandy Rahmad menyampaikan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam menghadirkan ruang belajar terbuka bagi pelajar dan masyarakat.
“Melalui Education Trip ini kami ingin mengenalkan bahwa Community Learning Center bukan hanya tempat belajar pertanian, tetapi juga menjadi sarana edukasi mengenai sistem pertanian terpadu yang berkelanjutan.”
“Kami berharap peserta dapat memperoleh pengalaman baru, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, serta termotivasi untuk mengembangkan potensi pertanian dan peternakan di daerah masing-masing,” jelas Sandy Rahmad.
Komitmen Pengembangan Edukasi
Melalui program Education Trip ini, CSR PT Borneo Indobara berharap Community Learning Center dapat terus menjadi pusat pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat yang memberikan manfaat nyata bagi dunia pendidikan, lingkungan, dan pengembangan potensi lokal secara berkelanjutan.
Slamet Riadi












