KabarKalimantan, Banjarmasin – Festival Antasari merupakan salah satu wujud transformasi besar dalam kehidupan digitalisasi sistem pembayaran yang kini menjadi bagian dari keseharian masyarakat dan pelaku usaha serta simbol semangat, komitmen dan konsistensi.
Kegiatan yang rutin dilaksanakan sejak tahun 2021 oleh Bank Indonesia kembali digelar dan ditandai dengan Kick-Off Festival Akselerasi dan Transformasi Ekonomi Digital Terkini (Festival Antasari 2025) di Gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin, Selasa, (27/5/2025).
Gubernur Kalimantan Selatan, H Muhidin dalam sambutan tertulis yang disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan informatika (Diskominfo) Kalimantan Selatan (Kalsel), Muhammad Muslim menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia bersama Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kalsel serta seluruh pihak yang terus berkomitmen mendorong terwujudnya ekosistem ekonomi digital yang inklusif, inovatif dan berkelanjutan di Banua.
”Apa yang dilakukan oleh Bank Indonesia dengan TP2DD merupakan sebuah upaya yang berkomitmen betul untuk menjadikan banua memanfaatkan sistem elektronik atau digitalisasi dalam konteks memudahkan, transparan, pemanfaatan pertukaran jual beli dan sebagainya. Oleh karena itu, kami dari pemerintah provinsi dan arahan Gubernur sangat mengapresiasi kegiatan seperti ini,” katanya.
Ia menuturkan, kegiatan seperti ini adalah kegiatan untuk memotivasi semua elemen yang ada di Banua, dalam rangka pemanfaatan digitalisasi ekonomi dan sepatutnya berbangga karena mayoritas pelaku umkm di Kalsel sudah memanfaatkan kanal pembayaran digital seperti qris yang memberikan kemudahan, kecepatan dan transparansi dalam bertransaksi.
”Ini membuktikan bahwa digitalisasi semakin diterima dan dimanfaatkan secara lebih luas. Bagi pemerintah daerah digitalisasi pembayaran tentu mendukung misi penting yaitu memperluas inklusi keuangan, meningkatkan efisiensi tata kelola dan dengan kegiatan ini kita mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata dan berkelanjutan dan sejalan dengan visi pembangunan Kalimantan Selatan,” ucapnya.
Ia menambahkan, melalui tema yang diusung dalam Festival Antasari yaitu ”Penguatan Ekosistem Pembayaran Digital Untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Kalimantan Selatan”, dapat mencerminkan keseriusan dalam membangun fondasi ekonomi digital yang kokoh, modern dan inklusi.
”Untuk itu saya mengajak seluruh elemen pemerintah, pelaku usaha, institusi keuangan serta seluruh masyarakat banua untuk menjadikan Festival Antasari 2025 sebagai ruang kolaborasi, sinergi, inovasi dan edukasi yang benar-benar berdampak bagi kemajuan ekonomi Kalimantan Selatan,” Ajaknya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalsel, Fadjar Majardi mengatakan bahwa kegiatan Festival Antasari Tahun 2025 ini adalah untuk mengakselerasi atau mendorong percepatan digitalisasi didaerah, khususnya terkait dengan sistem pembayaran.
”Festival ini untuk lebih mempercepat lagi, memberi inisiatif buat para pelaku usaha agar lebih semangat. Jadi, diadakan lomba-lomba, baik untuk perusahaan jasa pembayaran dengan target pencapaian terkait qris, penggunanya maupun merchantnya serta bagi Pemerintah Daerah juga dilombakan biar mereka lebih semangat sehingga dapat mendorong percepatan digitalisasi,” katanya.
Adapun terkait penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di wilayah Kalimantan Selatan sepanjang 2025 sejak januari hingga april, Fadjar menuturkan bahwa untuk mercanth qris sebanyak 451 ribu pedagang yang menggunakan qris, terjadi peningkatan 25 persen dibanding posisi pada april tahun lalu. Kemudian, penduduk pengguna qris meningkat hampir 16 persen atau mencapai 743 ribu penduduk. Adapun untuk volume transaksi qris sudah tercapai 15 juta transaksi.
”Pertumbuhannya masih cukup tinggi hingga saat ini dan harapannya kita dorong lagi agar lebih tinggi karena potensi dari jumlah penduduk kita yang semuanya bisa menggunakan qris,” pungkasnya.
Sebagai informasi pada semester II tahun 2024 seluruh pemerintah daerah di wilayah Provinsi Kalimantan Selatan telah mencapai tahap pemda digital dan mendapatkan hasil gemilang dengan prestasi terbaik pertama tingkat kalimantan.
Adapun Festival Antasari 2025 ini berlangsung dari bulan Mei hingga November 2025 dengan berbagai rangkaian kegiatan lomba untuk penyedia jasa pembayaran dan seluruh anggota TP2DD.
Syahri Ramadhan












