Komitmen Bersama Mendorong Kemajuan Ekonomi, Gubernur Kalsel Buka Konreg PDRB Kasulampua 2025

KabarKalimantan, Banjarmasin – Tuan rumah Konsultasi Regional Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua (Kasulampua) Tahun 2025, Gubernur Kalimantan Selatan, H Muhidin berharap kehadiran seluruh stakeholder dari 19 provinsi dan institusi adalah bukti nyata komitmen bersama untuk mendorong kemajuan ekonomi kawasan timur indonesia.

Gubernur Kalimantan Selatan, H Muhidin diwakili Pj Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, M Syarifuddin sebelum membuka Konreg PDRB Kasulampua Tahun 2025 dalam sambutannya mengatakan, wilayah kalimantan, sulawesi, maluku, dan papua dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan capaian positif di berbagai bidang pembangunan.

”Hal ini dapat terlihat dari beberapa capaian indikator makro, termasuk produk domestik regional bruto yang memperlihatkan capaian lebih baik dari tahun ke tahun. Namun, tantangan ke depan semakin kompleks. Transformasi ekonomi kerakyatan, penguatan digitalisasi, dan inklusi sosial harus menjadi prioritas agar manfaat pembangunan dapat dirasakan merata hingga ke pelosok desa,” katanya.

Untuk itu, menurutnya dengan mengusung “Peningkatan Kontribusi Kasulampua Terhadap Perekonomian Nasional Melalui Transformasi Ekonomi Kerakyatan Yang Inklusif dan Berkelanjutan Didukung Penguatan Digitalisasi”, sangat relevan dengan kebutuhan dan harapan masyarakat kawasan timur indonesia.

”Melalui forum ini, kita ingin memperkuat kolaborasi lintas provinsi, mempercepat hilirisasi sumber daya alam, memperluas akses pasar, dan meningkatkan daya saing tenaga kerja melalui inovasi, riset, serta pemanfaatan teknologi digital,” ucapnya.

Selain itu, H Muhidin mengapresiasi lahirnya “Kesepakatan Wasaka” sebagai hasil utama Konreg PDRB tahun ini yang menegaskan komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas statistik dan data sektoral sebagai dasar kebijakan pembangunan, mengoptimalkan forum komunikasi ekonomi dan fiskal lintas wilayah, mendorong transformasi ekonomi kerakyatan berbasis desa yang inklusif dan berkelanjutan, memperkuat kolaborasi data berbasis satu data indonesia, serta memastikan kesinambungan forum dan tindak lanjut di tahun-tahun berikutnya.

”Saya berharap, hasil Konreg PDRB Kasulampua 2025 ini dapat menjadi pijakan strategis dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi, memperkuat ketahanan daerah, dan mendukung pencapaian visi indonesia emas 2045. Kita jadikan forum ini sebagai momentum mempererat sinergi, memperkuat kolaborasi, dan meneguhkan komitmen untuk membangun kawasan timur indonesia yang lebih maju, inklusif, dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Ariadi Noor selaku Ketua Panitia Pelaksana menuturkan, pelaksanaan Konsultasi Regional Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua (Kasulampua) Tahun 2025 berdasarkan peraturan menteri dalam negeri nomor 86 tahun 2017 tentang tata cara perencanaan, pengendalian, dan evaluasi pembangunan daerah, serta undang-undang nomor 16 tahun 1997 tentang statistik dan hasil kesepakatan konsultasi regional produk domestik regional bruto tahun 2024 di provinsi Sulawesi Barat.

”Kegiatan ini menjadi buah kolaborasi yang luar biasa. Menghadirkan nanti bagaimana Kalsel sebagai gerbang logistik kalimantan bisa diwujudkan dengan upaya kolaborasi antara provinsi, ada rantai pasok yang terjadi nanti dan bagaimana jalur perdagangan antar provinsi terbangun. Jadi prinsip kolaboratifnya kita dorong agar ketika satu daerah membutuhkan bahan baku olahannya maka provinsi bisa mensuplai ke daerah tersebut, begitu pula sebaliknya. Pemasaran juga demikian.” katanya.

Kegiatan Konreg PDRB Kasulampua selain disampaikan beberapa paparan dan diskusi bersama narasumber juga dilakukan penandatanganan hasil kesepakatan.

Terkait penandatangan tersebut, Ariadi tidak ingin rekomendasi itu hanya sebatas teori saja tapi ingin rekomendasi itu bisa diimplementasikan secara nyata terlebih sudah tersusun didalam RPJMD.

”Sehingga target 8,1 persen untuk Kalsel betul-betul bisa kita raih di 2029 dan itu yang jadi tantangan kita. Selain itu mensafeting transformasi ekonomi kita yang tadinya tambang mengarah pada bagaimana sumberdaya terbarukan seperti pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, industri dan jangan lupa Geopark Meratus yang sudah menjadi Global Unesco Geopark ini menjadi penggerak ekonomi kita yang kita utamakan. Dorong promosinya sehingga pariwisata bisa lebih pesat lagi,” pungkasnya.

Dalam kegiatan tersebut, juga dilakukan launching portal satu data Kasulampua sebagai upaya dalam rangka menarik para investor untuk berinvestasi di wilayah Kasulampua.

Kegiatan yang berlangsung 1 hari ini dihadiri sekitar 250 peserta dari kementerian Ppn/Bappenas, Kementerian Keuangan, BPS RI, Bank Indonesia, Bappeda, BPS, Kantor Perwakilan BI, dan Kanwil Djpb se-Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua serta Kepala SKPD Pemprov Kalsel, instansi vertikal di Kalimantan Selatan dan akademisi.[]

Syahri Ramadhan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *