PGSD Universitas Sapta Mandiri Gelar Workshop Kurikulum OBE dan Pendampingan Akreditasi

KabarKalimantan, Paringin – Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Sapta Mandiri menggelar Workshop Kurikulum Outcome-Based Education (OBE) dan Pendampingan Akreditasi di lingkungan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Kamis (29/1/2026).

Penerapan kurikulum OBE ini menandai perubahan paradigma pengajaran di PGSD Universitas Sapta Mandiri, dari yang semula berfokus pada materi dan pengajar (teacher-centered) menjadi berorientasi penuh pada capaian pembelajaran mahasiswa (student-centered).

Ketua Program Studi PGSD Universitas Sapta Mandiri, Misbahul Jannah, M.Pd., menyatakan bahwa perubahan ini bertujuan untuk memastikan setiap lulusan memiliki kompetensi nyata yang terukur.

“Kami berupaya memastikan bahwa setiap lulusan PGSD Universitas Sapta Mandiri memiliki daya saing yang tinggi. Kurikulum OBE bukan sekadar perubahan administratif, melainkan ruh baru dalam mencetak guru-guru masa depan yang benar-benar siap diterjunkan ke masyarakat dengan kualitas yang terukur,” tegas Misbahul Jannah.

Melalui kurikulum baru ini, profil lulusan yang ditargetkan. Metode pembelajaran pun akan lebih variatif dan kontekstual melalui project-based learning, case-based learning, serta penilaian autentik.

Workshop ini berkontribusi langsung pada penguatan dokumen akreditasi fakultas, dengan fokus utama perbaikan diarahkan pada penyelarasan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), serta penguatan sistem penjaminan mutu internal berbasis OBE.

Tantangan utama seperti sinkronisasi pemahaman dosen dan perumusan instrumen penilaian yang terukur dijawab melalui pendampingan teknis dan simulasi penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS).

Kegiatan ini melibatkan jajaran pimpinan Dekan FKIP, tim penjaminan mutu internal, serta narasumber ahli di bidang kurikulum perguruan tinggi.

Dengan implementasi OBE yang konsisten, PGSD Universitas Sapta Mandiri optimistis dapat meningkatkan kualitas suasana akademik sekaligus melahirkan guru-guru SD yang inovatif dan berkarakter.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *