KabarKalimantan, Sentul – Sentul International Convention Center pagi itu menjadi titik temu gagasan besar tentang masa depan Indonesia.
Di ruang yang dipenuhi pemimpin dari seluruh penjuru negeri, Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan H. Supian HK hadir membawa satu misi: memastikan pembangunan nasional tidak kehilangan sentuhan daerah.
Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang digelar Kementerian Dalam Negeri RI bukan sekadar agenda tahunan.
Forum ini dibuka langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan jajaran Menteri Kabinet Merah Putih. Tema besar tentang sinergi pusat dan daerah menjadi benang merah yang menyatukan berbagai pandangan.

Bersama Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin dan jajaran Forkopimda Kalsel, Supian HK menunjukkan soliditas kepemimpinan daerah. Kehadiran lengkap unsur pimpinan Kalimantan Selatan menjadi penegas bahwa Banua siap berjalan seiring dengan agenda nasional.
Bagi Supian HK, sinergi bukanlah konsep abstrak. Ia memaknainya sebagai kerja nyata yang dimulai dari perencanaan yang matang, penganggaran yang tepat, hingga pengawasan yang konsisten. Di sinilah, menurutnya, peran DPRD menjadi sangat strategis.
“Program prioritas nasional harus benar-benar berpihak kepada masyarakat. DPRD bertugas memastikan kebijakan itu tidak berhenti di atas kertas, tetapi hadir dalam bentuk manfaat yang nyata,” ujarnya di sela kegiatan.
Ia menilai, tantangan pembangunan ke depan menuntut kolaborasi yang lebih kuat antara pusat dan daerah. Daerah tidak boleh hanya menjadi pelaksana kebijakan, melainkan mitra strategis yang memahami karakter, potensi, dan kebutuhan masyarakatnya.

Visi Indonesia Emas 2045, lanjut Supian HK, hanya akan tercapai jika daerah siap memperkuat kualitas sumber daya manusia, mempercepat pembangunan infrastruktur, menjaga stabilitas sosial, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Dari Sentul, Supian HK membawa pulang satu komitmen: DPRD Provinsi Kalimantan Selatan akan terus mengawal arah pembangunan nasional agar tetap berpijak pada kepentingan rakyat. Dari forum nasional ke pelosok Banua, sinergi itu diharapkan menjelma menjadi kerja nyata dan kesejahteraan yang dirasakan bersama.[]












