Kegiatan yang dirangkai dengan pertemuan bulanan DWP tersebut diikuti anggota dari berbagai instansi dengan pelaksana kegiatan berasal dari Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfosp), Dinas Pekerjaan Umum, KSOP, dan Kecamatan Angsana.
Ketua DWP Kabupaten Tanah Bumbu, Siti Masitah Eryanto Rais mengatakan, pelatihan tersebut merupakan langkah positif dan strategis dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kreativitas anggota DWP dalam mendukung ketahanan ekonomi keluarga.
“Di tengah perkembangan zaman dan tantangan ekonomi yang semakin dinamis, peran perempuan tidak hanya sebagai pendamping keluarga, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi rumah tangga yang produktif, mandiri, dan inovatif,” ujarnya.
Ia menambahkan, kerajinan tangan menjadi salah satu peluang usaha yang dapat dilakukan dari rumah dengan modal relatif kecil namun memiliki nilai ekonomi yang menjanjikan. “Selain menjadi sarana kreativitas, kerajinan tangan juga dapat membantu meningkatkan pendapatan keluarga dan membuka peluang usaha mandiri,” ucapnya.
Menurutnya, produk handmade atau buatan tangan saat ini memiliki daya tarik tersendiri karena dianggap unik, kreatif, dan memiliki nilai seni. Oleh sebab itu, keterampilan membuat kerajinan dapat menjadi sumber ekonomi keluarga yang berkelanjutan apabila dikelola dengan baik.
“Semoga melalui pelatihan ini, para anggota DWP dapat memperoleh wawasan baru, keterampilan yang bermanfaat, serta motivasi untuk mengembangkan usaha maupun potensi yang dimiliki,” harap Siti Masitah.
Sementara itu, laporan pelaksana kegiatan disampaikan oleh Christine Damayanti dari Diskominfosp. Ia menyampaikan kegiatan tersebut menjadi wadah untuk meningkatkan keterampilan dan kreativitas anggota DWP sekaligus mempererat silaturahmi antar pengurus dan anggota.
Pada kesempatan tersebut, pelatihan menghadirkan narasumber Rusnawati selaku pelaku UMKM yang memberikan praktik langsung pembuatan hiasan bunga dari kain stocking.
Dalam materinya, dijelaskan bahwa kerajinan bunga dari kain stocking merupakan karya seni yang dibuat menggunakan kain stocking elastis dan kawat hingga membentuk kelopak bunga yang indah.
“Selain memiliki nilai estetika, kerajinan ini juga berpotensi menjadi peluang usaha rumahan yang bernilai ekonomis,” terangnya.
Peserta juga diperkenalkan dengan berbagai alat dan bahan yang digunakan, seperti kain stocking khusus, kawat, lem floral, benang, tang, gunting, hingga pot bunga.
Dalam sesi praktik, peserta diajarkan tahapan pembuatan bunga, mulai dari membentuk kawat menjadi kelopak, melapisi dengan kain stocking, hingga menyusun bunga di dalam pot hias.
Kegiatan berlangsung penuh antusias dan diharapkan mampu meningkatkan kreativitas anggota DWP sekaligus mendorong peningkatan ekonomi keluarga melalui keterampilan kerajinan tangan.












