Religi  

Tiap Helai Rambut Hewan yang Dikurbankan Bernilai Pahala

Ibadah kurban mesti disertai niat meraih ridha Allah SWT.

KURBAN menjadi salah satu ibadah yang disyariatkan dalam Islam. Berkurban dapat mendekatkan diri pelakunya kepada Allah. Sebab, inilah bentuk kepasrahan yang tulus kepada-Nya.

نۡ يَّنَالَ اللّٰهَ لُحُـوۡمُهَا وَلَا دِمَآؤُهَا وَلٰـكِنۡ يَّنَالُهُ التَّقۡوٰى مِنۡكُمۡ‌ؕ

“Daging (hewan kurban) dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kamu” (QS al-Hajj: 37).

Khususnya dalam momen Idul Adha, kurban memiliki keutamaan tersendiri. Orang yang berkurban akan memperoleh pahala berkali-kali lipat. Bahkan, setiap rambut hewan kurban yang disembelih akan menjadi kebaikan bagi shohibul quran.

Rasulullah SAW menyatakan, setiap helai rambut dan bulu hewan kurban itu dihitung pahala bagi orang yang berkurban.

وَعَنْ زَيْدِ بْنِ أَرْقَمَ قَالَ أَصْحَابُ رَسُوْلِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَارَسُوْلَ اللَّهِ مَاهَذِهِ هِ الْاَضَاحِى؟ قَالَ: سُنَّةُ أَبِيْكُمْ اِبْرَاهِيْمَ قَالُوْا: فَمَالَنَافِيْهَايَارَسُوْلَ اللَّهِ ؟ قَالَ: بِكُلِّ شَعْرَةٍ حَسَنَةٌ .قَالُوْا : فَاللصُّوْفُ؟ قَالَ: بِكُلِّ شَعْرَةٍ مِنَ الصُّوْفِ حَسَنَةٌ.

Zaid bin Arqam berkata, “Sahabat Rasulullah SAW berkata, ‘Wahai Rasulullah, apakah kurban-kurban ini.’

Nabi bersabda, ‘Ini adalah sunnah bapak kalian Ibrahim.’

Sahabat bertanya, ‘Apakah ganjarannya bagi kami dalam kurban itu, wahai Rasulullah?’

Nabi bersabda, ‘Setiap rambut merupakan kebaikan.’

Sahabat kembali bertanya:, ‘Lalu, kalau bulu?’

beliau bersabda, ‘Dengan setiap helai rambut dan bulu adalah kebaikan'” (HR Ibnu Majah dan Hakim).

Oleh karena itu, bagi seorang Muslim yang telah memiliki kemampuan hendaknya untuk menunaikan ibadah kurban.

Jangan sampai ketika Allah SWT telah melapangkan rezeki sehingga mampu berkurban, tetapi justru memilih tidak berkurban. Sejatinya perilaku demikian menandakan adanya sifat pelit dalam diri.

Nabi Muhammad SAW memberi peringatan kepada umatnya yang memiliki harta berlebih, tetapi enggan berkurban pada Idul Adha. Ini menjadi tanda, betapa besarnya keutamaan berkurban sebagai bentuk ketaatan hamba kepada Allah SWT.

Dalam hadis yang diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang memiliki keluasan (rezeki) tetapi enggan berkurban, maka jangan dekati tempat shalat kami” (HR Ibnu Majah).

Dalam lafaz yang berbeda, Nabi Muhammad SAW juga bersabda, “Siapa yang memiliki harta (untuk berkurban), tetapi enggan berkurban, maka jangan dekati tempat shalat kami” (HR al-Hakim).

Di antara hikmah berkurban adalah melenyapkan perilaku buruk yang kerap hinggap pada diri manusia, yakni kikir. Ibadah kurban menjadi tanda kepedulian pada sesama manusia, yakni dengan melakukan pengorbanan harta yang dimilikinya.

Kepedulian inilah yang membuat orang tersebut terhindar dari perilaku kikir. Nabi Muhammad SAW telah berpesan kepada umatnya yang memiliki keluasan harta agar berkurban.

Ibadah kurban juga merupakan pengingat bahwa Islam datang dengan proses yang panjang dan terjal. Kurban mengingatkan setiap Muslim pada perjalanan dakwah sejumlah utusan Allah, dari Nabi Ibrahim hingga Nabi Muhammad SAW.

Sumber: Khazanah Republika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *