KabarKalimantan, Kotabaru – Jembatan penghubung utama di RT 16 jalan Perumnas Rampa Baru, RT 16, Desa Semayap, Kecamatan Pulau Laut Utara, kembali ambruk pekan lalu.
Peristiwa ini menjadi pukulan berat bagi warga pesisir, terutama para nelayan yang setiap hari bergantung pada akses vital tersebut untuk menjalankan aktivitas ekonomi dan sosial.
Selama bertahun-tahun, jembatan ini menjadi jalur penting bagi nelayan, kapal pengangkut air, dan transportasi lokal lainnya. Kini, kerusakan yang berulang membuat mobilitas warga terhambat dan menimbulkan keresahan.
Salah satu warga Rt. 16 Mansyah mengatakan jembatan ini sangat penting bagi warga. “Rusaknya akses membuat aktivitas nelayan terganggu. Kami percaya DPRD Kotabaru akan menepati janji perbaikan agar segera bisa digunakan kembali,” ungkap Mansyah kepada awak media, Rabu (10/06/26)
“Kami mohon perhatian DPRD Kotabaru. Segera perbaiki jembatan ini agar aktivitas nelayan kembali normal dan lancar,” tegasnya.
Meski akses terbatas, semangat kebersamaan warga tetap terjaga, mereka yakin wakil rakyat akan segera menindaklanjuti aspirasi yang telah lama dijanjikan.
Menanggapi hal tersebut, anggota DPRD Kotabaru dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), M. Lutfi Ali, menegaskan bahwa jembatan RT 16 sudah masuk prioritas pembangunan.
“Kami sudah turun langsung ke lapangan. Karena anggaran besar, perbaikan dilakukan bertahap setiap tahun. Mohon masyarakat bersabar,” ujarnya.
Kondisi ini menegaskan bahwa infrastruktur pesisir Kotabaru membutuhkan perhatian serius dan berkesinambungan. Jembatan RT 16 bukan sekadar penghubung fisik, melainkan simbol ketangguhan nelayan pesisir yang menjadikan laut sebagai sumber penghidupan sekaligus ruang kebersamaan.
Publik kini menanti bukti nyata bahwa janji perbaikan segera diwujudkan demi kelancaran hidup masyarakat pesisir Kotabaru.










