KabarKalimantan, Banjarbaru – Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, menyampaikan penjelasan terkait kembali terjadinya pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan.
Gubernur H Muhidin menuturkan dirinya telah berkomunikasi langsung dengan General Manager PLN UID Kalselteng, Iwan Soelistijono, untuk mengetahui penyebab terjadinya gangguan tersebut.
Berdasarkan informasi yang diterima dari PLN, H Muhidin mengatakan bahwa gangguan pasokan listrik disebabkan oleh kerusakan pada sistem pembangkit di Kalimantan Tengah, tepatnya akibat kebocoran boiler di PLTGU (Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap) yang berada di Muara Teweh. Selain itu, terdapat kerusakan pada generator di kawasan Asam-Asam yang turut memengaruhi pasokan listrik ke Kalimantan Selatan.
”PLN menyampaikan bahwa saat ini sedang dilakukan proses perbaikan. Insya Allah, pada awal Agustus kondisi kelistrikan akan kembali normal,” katanya.
Untuk mengurangi dampak pemadaman, Gubernur mengimbau masyarakat agar sementara waktu menghemat penggunaan listrik hingga sekitar 40 persen dari pemakaian normal.
”Kalau penggunaan listrik tidak dikurangi, maka potensi pemadaman akan tetap terjadi. Namun apabila kita bersama-sama mengurangi konsumsi listrik, insya Allah pasokan bisa lebih merata sehingga tidak ada lagi pemadaman bergilir,” ucapnya.
H. Muhidin juga mengungkapkan bahwa pemadaman listrik tidak hanya dirasakan masyarakat, tetapi juga terjadi di kediaman pribadinya. Meski demikian, aktivitas di rumahnya masih dapat berjalan karena didukung oleh genset.
Di akhir penyampaiannya, Gubernur berharap masyarakat dapat bersabar selama proses perbaikan berlangsung.
”Kami mohon masyarakat bersabar untuk sementara waktu. Mudah-mudahan pada awal Agustus nanti kondisi kelistrikan di Kalimantan Selatan sudah kembali normal seperti sediakala,” tutupnya.
Sementara itu, General Manager PLN UID Kalselteng, Iwan Soelistijono, menjelaskan bahwa penurunan kemampuan pasok daya pada Sistem Interkoneksi Kalimantan terjadi akibat gangguan generator di PLTU Asam-Asam serta kebocoran pipa boiler dan turbin pada dua unit pembangkit Independent Power Producer (IPP).
Kondisi tersebut mengakibatkan terbatasnya pasokan listrik di sebagian wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.
”Untuk menjaga keamanan dan kestabilan sistem kelistrikan, PLN melakukan pengaturan beban secara terbatas dan terukur pada wilayah tertentu selama proses pemulihan berlangsung,” jelas Iwan dalam keterangan resminya.
PLN bersama seluruh pemangku kepentingan, lanjutnya, terus mempercepat proses pemulihan dengan mengerahkan personel serta sumber daya terbaik agar seluruh unit pembangkit yang mengalami gangguan dapat segera kembali beroperasi.
PLN juga mengajak masyarakat menggunakan listrik secara bijak, khususnya pada pukul 18.00 hingga 21.00 WITA, dengan mematikan peralatan listrik yang tidak digunakan, mengatur penggunaan pendingin ruangan di atas 24 derajat Celsius, serta memanfaatkan peralatan listrik hemat energi.
Menurut PLN, partisipasi masyarakat dalam menghemat konsumsi listrik selama masa pemulihan akan membantu menjaga kestabilan sistem hingga seluruh pembangkit kembali beroperasi normal. Perkembangan proses pemulihan akan terus disampaikan melalui kanal resmi PLN.












