KabarKalimantan, Batulicin – Kecelakaan hebat antara mobil tangki pengangkut BBM dengan sebuah pick-up yang ditumpangi rombongan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang terjadi di Jalan Alternatif Batulicin-Banjarbaru pada Sabtu (1/3) merenggut tujuh nyawa sekaligus.
Kejadian nahas yang terjadi sekitar pukul 11.30 Wita itu pun membuat petugas Polsek Mantewe yang sedang piket langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan evakuasi korban, mengamankan TKP, menggali kronologis kejadian serta memintai keterangan saksi.
Diketahui, mobil tangki dengan nomor polisi DA 8016 ZV itu dikemudikan oleh MI yang berdomisili di Desa Kersik Putih, Kecamatan Batulicin. Sedangkan pengemudi pick-up dengan nomor polisi DA 8041 ZQ dikemudikan VAS yang beralamatkan di Desa Manunggal, RT 02, Kecamatan Karang Bintang, Kabupaten Tanah Bumbu. Kedua pengemudi itu pun dinyatakan meninggal dunia.
Sementara korban meninggal lainnya yang tercatat sebagai mahasiswa ULM Banjarmasin dan UNU Kalsel ialah Abdi Cahya Girsang (mahasiswa ULM), Muhammad Ramadhani (mahasiswa ULM), Tegar Mangku Alamsyah, Nafa Izzatu Jannah (mahasiswi UNU Kalsel), Nur’aini Salsabila (mahasiswi UNU Kalsel) dan Veri Andi Saputra (mahasiswa UNU Kalsel pengemudi pick-up). Sementara satu mahasiswa lainnya M Fahrizal Hasbi dinyatakan mengalami luka berat dan dievakuasi ke RS Marina Permata.
Berdasarkan olah TKP, kronologis tabrakan maut tersebut berawal saat mobil tangki berasal dari arah Banjarbaru menuju arah Batulicin mengalami hilang kendali, sehingga masuk jalur kanan dan kemudian dari arah berlawan melaju sebuah mobil pick-up dan tabrakan pun tidak dapat dihindari.
Saat ini, kasus tabrakan maut tersebut masih ditangani pihak kepolisian. Hingga berita ini diterbitkan, belum diketahui pasti asal usul kepemilikan mobil tangki yang dikendarai MI tersebut.
Beberapa relawan yang membantu proses evakuasi menyebut, mobil tangki tersebut berstiker/bertuliskan Kaisar Group. Sementara beberapa lainnya menyebut mobil tangki tersebut bertuliskan PT Pertamina.
Namun, saat mobil tangki tersebut dievakuasi, tulisan di mobil tangki tersebut hilang, hingga muncul dugaan masyarakat bahwa hal itu merupakan tindakan untuk menghilangkan barang bukti.
Pasca kejadian, Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan PT Pertamina Patra Niaga Edi Mangun menjelaskan, berdasarkan penelusuran internal pihaknya, kendaraan tersebut tidak tercatat melakukan aktivitas pelayanan di Terminal Pertamina.
“Dari penelusuran internal kami, kendaraan tersebut tidak terdaftar sebagai armada operasional milik Pertamina dan tidak tercatat melakukan aktivitas pelayanan di terminal pertamina,” jelasnya, Minggu (2/8/2026) lalu.
Edi memastikan, seluruh proses penyelidikan akan diserahkan kepada pihak kepolisian untuk memastikan kepemilikan dan proses selanjutnya dari insiden tersebut.
“Kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan informasi mengenai kendaraan tersebut. Proses penanganan dan penyelidikan sepenuhnya kami serahkan kepada pihak berwenang,” tutupnya.












