Disdag Kalsel Pastikan Ketersediaan Bahan Pokok Tetap Terjaga Jelang Akhir Tahun dan Meningkatnya Permintaan

KabarKalimantan, Banjarmasin – Menjelang akhir tahun permintaan terhadap sejumlah bahan pokok meningkat signifikan. Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan pastikan ketersediaan bahan pokok tetap terjaga.

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, Ahmad Bagiawan mengungkapkan meningkatnya permintaan sejumlah bahan pokok tersebut dikarenakan karena momentum perayaan natal dan tahun baru, ditambah dengan pelaksanaan Haul Guru Sekumpul di bulan Desember.

”Tahun ini cukup padat, karena selain Natal dan Tahun Baru, kita juga akan menghadapi Haul sekitar tanggal 25 atau 28 Desember. Jadi, salah satu fokus kita adalah memastikan ketersediaan bahan pokok tetap terjaga,” ungkapnya.

Selain itu, Kepala Dinas Perdagangan Kalsel yang akrab disapa Gia ini menuturkan bahwa harga sejumlah bahan pokok mulai menunjukkan tren kenaikan dalam sepekan terakhir.

“Bawang merah misalnya, minggu lalu masih di kisaran Rp30 ribu per kilogram, sekarang sudah naik rata-rata menjadi Rp37.962,00. Bahkan di beberapa daerah seperti Tanah Laut, Banjarbaru, dan Hulu Sungai Selatan sudah menembus Rp40 ribu per kilogram,” ucapnya.

Ia menambahkan, selain bawang merah, sejumlah komoditas lain juga mengalami kenaikan, di antaranya bawang putih rata-rata Rp33.000,00/kg, bawang prai Rp22.000,00/kg, serta telur dan daging ayam yang turut merangkak naik.

“Namun untuk beras premium dan medium masih aman karena terbantu dengan produksi lokal kita,” tambahnya.

Gia menuturkan, sebagai langkah antisipatif, Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, telah menginstruksikan Dinas Perdagangan untuk menggelar operasi pasar selama sebulan penuh.

“Atas perintah Pak Gubernur, operasi pasar dimulai hari ini, 4 November, dan akan berlangsung sampai 4 Desember. Seluruh kabupaten/kota akan kami datangi,” kata Gia.

Dalam operasi pasar ini, pemerintah akan menjual sejumlah bahan pokok dengan harga di bawah pasar, seperti gula pasir Rp16.000,00/kg dan minyak goreng Rp15.700,00/liter. Namun, pembelian akan dibatasi agar penyebaran barang lebih merata. Gia mengimbau, masyarakat agar tidak panik dan tidak melakukan aksi borong yang justru akan memperparah kenaikan harga.

“Kita batasi pembelian, tidak boleh memborong. Misalnya, gula atau minyak goreng maksimal hanya bisa beli satu sampai dua kilo saja. Tujuannya supaya masyarakat lain juga bisa menikmati harga distributor,” ujarnya.

Ia menambahkan, kenaikan harga masih dalam batas wajar dan diharapkan tidak berlanjut drastis menjelang akhir tahun.

“Mudah-mudahan tidak terlalu tinggi kenaikannya. Saat ini bawang merah di Banjarmasin saja naik sekitar Rp3.000,00 dalam seminggu, dari Rp35 ribu menjadi Rp38 ribu. Kita pantau terus supaya tidak melonjak lebih jauh,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *