KabarKalimantan, Banjarbaru – Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin didampingi Wakil Gubernur Kalsel H. Hasnuryadi Sulaiman bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalsel menggelar rapat koordinasi (rakor) penanganan dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di VIP Room Bandara Sjamsuddin Noor, Kota Banjarbaru, Senin (24/8/2026) siang.
Rakor tersebut dipimpin oleh Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin bersama jajaran Pimpinan Forkopimda Kalsel yakni Kapolda Kalsel Irjen Pol. Rosyanto Yudha Hermawan, Danrem 101/Antasari Brigjen TNI Ilham Yunus, Danlanal Banjarmasin Kolonel Laut (P) Galih Nurna Putra, Danlanud Syamsuddin Noor Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita, serta Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel H. Muhammad Syarifuddin.
Pembahasan rakor difokuskan pada langkah strategis menghadapi potensi karhutla di wilayah Kalimantan Selatan. Pemerintah daerah bersama TNI, Polri dan unsur terkait memperkuat sinergi agar penanganan di lapangan dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.
Dalam kesempatan tersebut, Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin juga melakukan koordinasi secara virtual dengan tim di tingkat pusat. Koordinasi membahas perkembangan situasi karhutla sekaligus langkah penanganan dan antisipasi untuk mencegah kebakaran meluas.
Selain kesiapan penanganan saat kebakaran terjadi, rakor turut menekankan pentingnya upaya pencegahan munculnya titik api baru. Pemantauan wilayah rawan, percepatan penyampaian informasi, serta respons terpadu menjadi bagian dari strategi menghadapi ancaman karhutla.
Usai rakor, Gubernur Kalsel bersama jajaran terkait juga melakukan peninjauan lokasi embung air yang disiapkan sebagai salah satu sumber pasokan air untuk mendukung penanganan karhutla di lapangan.
Pemerintah Provinsi Kalsel bersama Forkopimda berkomitmen meningkatkan kesiapsiagaan dan memperkuat koordinasi lintas sektor. Langkah tersebut diharapkan mampu menekan potensi kebakaran sedini mungkin sekaligus meminimalkan dampaknya terhadap lingkungan, aktivitas masyarakat, dan kualitas udara.
Melalui koordinasi yang semakin terpadu, penanganan karhutla di Kalimantan Selatan diharapkan dapat berjalan lebih efektif serta didukung strategi pencegahan yang mampu mengantisipasi munculnya titik api baru. (Adpim)












