TANAH BUMBU – Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) dari Fraksi Partai Gerindra, H. Alpiya Rakhman, mengajak masyarakat memperkuat semangat persatuan sebagai bagian dari pengamalan nilai-nilai Pancasila.
Ajakan tersebut disampaikan saat Sosialisasi Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai-Nilai Ideologi Pancasila bertema “Pancasila dan Semangat Persatuan” di Desa Sumber Makmur, Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu, Sabtu (15/8/2026).
Menurut Alpiya, penguatan nilai-nilai Pancasila penting dilakukan di tengah perkembangan teknologi informasi yang membuat masyarakat dapat menerima dan menyebarkan informasi dengan cepat.
“Kita hadir di tengah masyarakat untuk melakukan penguatan ideologi Pancasila, khususnya terkait dengan masalah persatuan. Ini memang harus terus kita galakkan bersama-sama di tengah tantangan yang kita hadapi saat ini,” ujar Alpiya.
Ia menilai salah satu tantangan yang perlu diwaspadai adalah penyebaran informasi yang belum terverifikasi atau hoaks. Informasi semacam itu, jika langsung dipercaya dan disebarluaskan, dapat menimbulkan kesalahpahaman hingga memicu perpecahan.
“Kita harus berhati-hati terhadap setiap informasi yang kita terima. Jangan sampai informasi yang belum jelas kebenarannya langsung kita sebarkan. Di tengah maraknya informasi digital saat ini, banyak informasi yang bahkan bisa memutarbalikkan fakta tanpa disadari oleh masyarakat,” jelasnya.
Alpiya meminta masyarakat melakukan pengecekan terhadap informasi sebelum mempercayai maupun membagikannya kepada orang lain. Sikap kritis dalam menerima informasi, menurutnya, merupakan bagian dari upaya menjaga persatuan.
“Di sinilah peran kita bersama untuk terus mendorong kehati-hatian. Jangan sampai persatuan masyarakat kita terpecah belah oleh hal-hal yang sebenarnya bisa kita cegah. Mari kita jaga persatuan dan tetap mengedepankan semangat Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat,” pungkasnya.
Melalui sosialisasi tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya memahami nilai-nilai Pancasila, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dengan bijak menggunakan media digital dan tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terbukti kebenarannya.[]












