KabarKalimantan, Banjarmasin – DPRD Provinsi Kalimantan Selatan menggelar rapat gabungan lintas komisi untuk membahas penanganan banjir yang melanda sejumlah wilayah di Banua. Rapat tersebut turut menghadirkan organisasi perangkat daerah terkait dan digelar di DPRD Kalsel, Kamis (22/1/2026) pagi.
Rapat dipimpin Ketua DPRD Kalsel Supian HK. Ia menegaskan perlunya langkah penanganan banjir yang komprehensif, mulai dari solusi jangka pendek, menengah, hingga jangka panjang agar persoalan banjir tahunan tidak terus berulang dan meluas.
“Hari ini kita langsung melaksanakan rapat. Selama sepekan kami turun ke daerah pemilihan masing-masing dalam kegiatan reses. Hasil pantauan di lapangan itu kami sampaikan kepada pihak eksekutif untuk didiskusikan bersama,” ujar Supian.
Ia menyebutkan, banjir yang terjadi dari tahun ke tahun menunjukkan dampak yang semakin luas. Karena itu, DPRD Kalsel telah menjalin komunikasi dengan Gubernur Kalsel Muhidin yang juga memberi perhatian serius terhadap persoalan banjir.
Menurut Supian, langkah yang perlu segera dilakukan antara lain normalisasi alur sungai yang mengalami pendangkalan serta penanganan hambatan di jalur transportasi sungai yang memperlambat surutnya debit air.
“Yang segera harus dilakukan, pertama normalisasi alur sungai yang dangkal. Kedua, mengatasi hambatan di jalur transportasi sungai yang menyebabkan lambatnya penurunan debit air. Mudah-mudahan dalam dua atau tiga hari ini sudah ada pergerakan,” jelasnya.
Sebagai tindak lanjut, DPRD Kalsel berencana kembali mengundang pihak-pihak terkait pada awal bulan mendatang untuk mengevaluasi sejauh mana langkah penanggulangan banjir yang telah dilakukan.
Selain itu, Supian juga menyampaikan rencana penambahan anggaran untuk percepatan penanganan bencana banjir. Upaya tersebut dimungkinkan melalui kolaborasi lintas sektor, baik antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, maupun pemerintah pusat.[]











