KabarKalimantan, Kotabaru – Data penerima bantuan sosial dari pemerintah pusat, dinilai perlu terus diperbarui seiring kondisi ekonomi masyarakat di lapangan yang juga terus berubah-ubah.
Sekretaris Daerah Kabupaten Kotabaru H Eka Saprudin mengatakan, masih ditemukan kondisi ketika warga yang secara ekonomi sudah mampu tercatat sebagai penerima bantuan.
“Sebaliknya, warga yang membutuhkan bantuan belum tentu terdata secara tepat,” kata Eka saat ditemui di ruangannya, Jumat (22/10/2026).
Pemutakhiran data menjadi bagian penting dalam penanganan kemiskinan agar program pemerintah diberikan kepada masyarakat sesuai kondisi sebenarnya.
“Penanganan kemiskinan juga membutuhkan pemetaan wilayah. Pemerintah perlu mengetahui daerah dengan jumlah penduduk miskin yang lebih banyak sehingga program dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat,” ucap Eka Saprudin
Sementara peran pemerintah desa dan kelurahan, perlu dilibatkan dalam proses tersebut karena aparat di tingkat bawah lebih mengetahui kondisi masyarakat hingga RT dan dusun, terutama di wilayah Kabupaten Kotabaru ini.
“Data dan laporan di wilayah tersebut dapat menjadi bahan untuk memperbarui kondisi penerima bantuan. Terlebih karakteristik wilayah Kotabaru yang terdiri dari perkotaan, daratan, pesisir, dan kepulauan juga membuat kebutuhan masyarakat berbeda,” terangnya.
Di kawasan perkotaan, misalnya, dukungan ekonomi dapat diarahkan pada permodalan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sedangkan masyarakat pesisir dapat membutuhkan bantuan yang berkaitan dengan kegiatan perikanan, seperti sarana penangkapan ikan dan budidaya tambak.
“Angka kemiskinan di Kabupaten Kotabaru saat ini memang sudah mengalami penurunan. Namun demikian, pemerintah daerah masih menargetkan angka tersebut dapat ditekan lebih jauh,” ujarnya.
Selain kemiskinan secara umum, lanjut Eka Saprudin, pemerintah daerah juga menangani kemiskinan ekstrem yang disebut masih berada di kisaran 0,5 persen.
“Penanganan kemiskinan ekstrem membutuhkan koordinasi lintas sektor dan data yang akurat agar program yang dijalankan memiliki sasaran yang jelas,” tegas Eka Saprudin.












