Launching Sekolah Rakyat di Kalsel Sukses, Farhanie: Persiapan Singkat Tapi Hasil Maksimal

KabarKalimantan, Banjarbaru – Pelaksanaan launching Sekolah Rakyat di Kalimantan Selatan berlangsung sukses dan penuh makna. Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan, M. Farhanie, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran acara yang diresmikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Meski persiapan dilakukan dalam waktu relatif singkat, hanya sekitar satu minggu, seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan tanpa hambatan. Farhanie mengapresiasi kerja keras dan sinergi lintas sektor, khususnya dukungan penuh dari Kementerian Sosial Republik Indonesia.

“Alhamdulillah, hari ini launching Sekolah Rakyat oleh Bapak Presiden berjalan lancar. Persiapannya sangat mepet, tapi kawan-kawan dari Kemensos luar biasa. Bahkan pembangunan panggung, proses pengurukannya hanya tiga hari, materialnya didatangkan langsung dari Surabaya,” ujar Farhanie di Banjarbaru, Senin (12/1/2026).

Menurutnya, kehadiran Presiden menjadi berkah besar bagi Kalimantan Selatan, sekaligus menegaskan komitmen pemerintah pusat dalam memperkuat akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu. Saat ini, pembangunan Sekolah Rakyat telah resmi berkontrak dan mulai berjalan sejak 17 November 2025 di tiga lokasi, yakni Kabupaten Barito Kuala, Kabupaten Tanah Bumbu, dan Kota Banjarbaru. Khusus Banjarbaru, sekolah tersebut dibangun tepat di depan Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS).

Tak berhenti di situ, Farhanie mengungkapkan adanya peluang penambahan dua lokasi pembangunan Sekolah Rakyat di Kalimantan Selatan. Salah satunya direncanakan di sekitar lahan BBPPKS, serta satu titik lain di Jalan Gubernur Sarkawi, bersebelahan dengan Rumah Sakit Sambang Lihum. Lokasi terakhir merupakan usulan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan telah disetujui untuk tahap pembangunan lanjutan.

“Untuk lokasi di Jalan Gubernur Sarkawi, kondisi lahannya rawa sehingga waktu pembangunannya kemungkinan lebih lama, bisa sampai 12 bulan. Tapi Alhamdulillah, sudah disetujui dan masuk rencana tahap berikutnya,” jelasnya.

Saat ini, progres pembangunan tahap pertama di tiga lokasi masih berada di angka sekitar 8,8 persen, dengan pekerjaan awal berupa pembersihan dan penyiapan lahan. Pemerintah menargetkan pembangunan Sekolah Rakyat permanen rampung dalam waktu 240 hari, sehingga siswa rintisan dapat dipindahkan dan mulai menempati gedung baru pada tahun ajaran Juli mendatang.

Dari sisi kapasitas, satu Sekolah Rakyat dirancang mampu menampung sekitar 1.000 hingga 1.200 siswa per lokasi, dengan sistem pendidikan terintegrasi mulai dari jenjang SD, SMP hingga SMA. Penerimaan siswa diprioritaskan bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem dan miskin, terutama mereka yang putus sekolah, melalui proses asesmen ketat oleh para pendamping sosial.

“Anak-anak ini punya potensi luar biasa. Banyak yang multitalenta dan berprestasi. Karena konsepnya boarding school, Sekolah Rakyat tidak hanya fokus pada pendidikan formal, tapi juga pembinaan karakter, keagamaan, dan pengembangan bakat,” ungkap Farhanie.

Ia berharap, kehadiran Sekolah Rakyat dapat menjadi solusi nyata dalam memutus mata rantai kemiskinan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, sekaligus membuka masa depan yang lebih baik bagi anak-anak Kalimantan Selatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *