Peringatan ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan kembali peran strategis guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-Kanak (TK) dalam meletakkan fondasi karakter generasi penerus di Tanah Bumbu.
Pada kesempatan itu, Bunda PAUD Tanah Bumbu Andi Irmayani Rudi Latif memberikan ucapan selamat sekaligus mengapresiasi pengabdian tanpa pamrih para pendidik anak usia dini. Menurutnya, mendidik anak di usia emas (golden age) merupakan tanggung jawab besar yang membutuhkan kesabaran luar biasa.
Ia mengatakan menjadi guru PAUD atau guru TK bukanlah tugas yang sederhana. Bapak dan Ibu adalah orang-orang hebat yang setiap hari membersamai anak-anak pada masa emas pertumbuhan mereka.
Andi Irmayani menambahkan, tugas guru PAUD atau guru TK tidak hanya mengajarkan membaca, menulis, dan berhitung. Tetapi juga menanamkan nilai-nilai karakter, membangun rasa percaya diri, melatih kemandirian, serta mengajarkan kasih sayang dan sikap saling menghargai.
Bunda PAUD Tanah Bumbu meyakini bahwa setiap peluh dan ilmu yang ditanamkan oleh para guru PAUD atau TK akan menjadi bekal yang sangat berharga bagi masa depan anak-anak di Kabupaten Tanah Bumbu.
Lebih lanjut, ia mengingatkan seluruh pihak yang hadir bahwa pendidikan anak usia dini merupakan pilar utama dalam mencetak generasi cerdas. Ia juga mengajak seluruh elemen pendidikan untuk bersinergi menyukseskan program kerja Bupati Tanah Bumbu demi peningkatan mutu pendidikan daerah.
“Momentum HUT IGTKI-PGRI ke-76 menjadi pengingat bahwa pendidikan anak usia dini merupakan fondasi utama dalam membentuk generasi yang cerdas. Mari kita dukung program Bapak Bupati, agar layanan pendidikan bagi anak-anak usia dini semakin berkualitas,” terang Andi Irmayani.
Di akhir sambutannya, Bunda PAUD berharap agar bertambahnya usia organisasi ini mampu meningkatkan kompetensi dan profesionalisme para guru TK.
HUT IGTKI-PGRI juga diharapkan menjadi ajang silaturahmi yang memicu semangat baru dalam memberikan layanan pendidikan terbaik.
“Teruslah menjadi guru yang mengajar dengan hati. Karena anak-anak tidak hanya mengingat apa yang kita ajarkan. Tetapi juga mengingat bagaimana kita membuat mereka merasa dicintai dan dihargai,” tutupnya.












