KabarKalimantan, Banjarmasin – Seluruh korban tragedi nahas jatuhnya Helikopter EastIndo Air BK117-D3 di wilayah Kecamatan Mantewe, Kabupaten Tanah Bumbu telah ditemukan dan berhasil dievakuasi.
Informasi terhimpun, saat ini keseluruhan jenazah sudah berada di Posko Lapangan Tim Gabungan di Tanah Bumbu dan sedang dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Bhayangkara, Polda Kalsel di Banjarmasin.
Kabiddokkes Polda Kalsel Kombes Pol Muhammad El Yandiko, Kamis (4/9/2025) menyampaikan, pihaknya sudah menyiapkan Tim Ante Mortem guna mengidentifikasi para korban.
“Diperkirakan tiga jam lagi para korban tiba di RS Bhayangkara Banjarmasin. Tim Ante Mortem sudah kami siapkan untuk mengumpulkan data, ciri khas, pencocokan serta petunjuk yang dibutuhkan untuk proses pemeriksaan,” jelasnya.
Yandiko menegaskan, data para korban yang dikumpulkan Tim Ante Mortem nantinya akan dicocokkan dengan hasil tim rekonsiliasi. Hasil tersebut menjadi dasar penentuan identitas masing-masing korban.
Namun, ia tidak dapat memastikan lama atau tidaknya proses pengidentifikasian tersebut. Jika kondisi jenazah masih memungkinkan, proses identifikasi bisa lebih cepat. Sebaliknya, jika ditemukan kerusakan berat akibat terbakar atau pembusukan, maka identifikasi hanya bisa dilakukan melalui tes DNA, yang tentunya memakan waktu lebih lama.
“Kalau sel jaringan rusak, DNA harus dibiakkan dulu, itu tentu memperlambat proses. Tapi, melihat foto awal dari lapangan, kerusakan korban tergolong sedang, sehingga tingkat kesulitannya juga sedang,” tambah Yandiko.
Dalam tragedi nahas ini, diketahui ada tiga korban berkewarganegaraan asing (WNA), masing-masing berasal dari Brasil, Australia dan India. Karena itu, Polda Kalsel akan menjalin koordinasi dengan pihak imigrasi untuk mempermudah proses penyelidikannya.
Sementara keluarga korban lainnya yang merupakan warga negara Indonesia (WNI) saat ini sudah berada di Banjarmasin untuk menunggu kedatangan para korban jatuhnya helikopter milik EastIndo Air tersebut.
Seperti diberitakan sebelumnya, helikopter yang lepas landas dari Bandara Gusti Sjamsir Alam Kotabaru menuju Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya itu diterbangkan Hariyanto sebagai Pilot in Command (PIC) didampingi Hendra sebagai Co-Pilot yang mengangkut enam penumpang enam teridentifikasi bernama Mark Werren, Yudi Febrian, Andys Rissa Pasulu, Santha Kumar, Claudine Quito dan Iboy Irfan Rosa.
Suhaimi Hidayat/Slamet Riadi












