Pengucapan Lafal Sumpah Apoteker Periode III, Dekan Fakultas Farmasi UM Banjarmasin : Gunakan Kompetensi Klinis untuk Tingkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat

0-4064x3074-0-0#

KabarKalimantan, Banjarmasin – Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah (UM) Banjarmasin kembali menggelar Pengucapan Lafal Sumpah Apoteker untuk Periode ketiga yang dilaksanakan di Calamus Ball Room Hotel Rattan Inn Banjarmasin, Selasa (12/5/2026).

Pada periode ketiga ini, Fakultas Farmasi UM Banjarmasin meluluskan sebanyak 40 mahasiswa dengan raihan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) rata-rata mencapai angka 3,78.

Dekan Fakultas Farmasi UM Banjarmasin apt. Andika M. Farm mengaku bersyukur di periode ketiga ini mahasiswa profesi apoteker kompetensi kelulusannya 100 persen.

“Alhamdulillah, dari seluruh mahasiswa profesi apoteker yang melafalkan sumpah apoteker hari ini, ada tujuh mahasiswa yang menorehkan prestasi yang levelnya itu sudah di level nasional, seperti yang disampaikan ketua prodi profesi apoteker tadi,” ujarnya.

Tak berbeda dengan periode kedua, lanjut Andika, yang lebih membanggakan lagi di periode ketiga ini nilai IPK mahasiswanya ada yang mencapai 3,99 setelah menempuh metode uji kompetensi utama dalam pendidikan kesehatan (kedokteran, farmasi, keperawatan) yakni, Objective Structured Clinical Examination (OSCE) dan Computer Based Test (CBT).

“Maka dari itu, mahasiswa yang meraih IPK tertinggi kali ini kita berikan reward atau apresiasi karena telah menunjukkan keterampilan klinis secara terstruktur,” terangnya.

Selanjutnya, Andika berpesan kepada seluruh alumni yang mengucapkan lafal sumpah profesi apoteker hari ini untuk menjaga nama baik almamater, serta meningkatkan skill maupun literasi di bidang kefarmasian agar bisa menyesuaikan dan berkompetisi di dunia kerja.

“Ya, sesuai dengan jargon kita di UMB yakni profesional, unggul dan islami,” ucapnya.

Andika juga berharap kepada alumni yang baru saja menyandang gelar apoteker hari ini agar menggunakan kompetensi klinisnya sebagai tenaga kesehatan untuk pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat.

“Walau bagaimana pun apoteker ini merupakan bagian dari tenaga kesehatan yang harus bisa memberikan kontribusi terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

Untuk diketahui, pada pelafalan sumpah apoteker di periode ketiga ini ada tiga lulusan yang meraih IPK tertinggi, yakni Terbaik 1 & nilai OSCE dan CBT apt. Muhammad Rizal S. Farm dengan IPK 3.99, dan di peringkat kedua apt. Eka Setyorini S. Farm, serta peringkat ketiga dengan prestasi mahasiswa terbaik dan berprestasi apt. Fatma Anggraini S. Farm.

Suhaimi Hidayat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *