Kembangkan Potensi Tujuan Wisata Kapal Pinisi, Muhidin Minta PT Ambapers Keruk Alur Sekitar Pulau Kembang

KabarKalimantan, Banjarmasin – Sebagai upaya menambah daya tarik wisatawan, Gubernur Kalimantan Selatan, H Muhidin meminta PT Ambang Barito Nusapersada (Ambapers) agar sungai di area pulau kambang dikeruk supaya Kapal Layar Motor (KLM) Pinisi “Barito River Cruise” dapat masuk dan bersandar di Pulau Kambang.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Kalimantan Selatan, H Muhidin didampingi Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Hasnuryadi Sulaiman saat perayaan Hari Jadi PT Ambang Barito Nusapersada ke – 21 di Gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin, Sabtu (3/5/2025).

Muhidin mengatakan, kapal wisata pinisi tidak hanya melintasi alur sungai tetapi memiliki tujuan saat menaikinya, seperti misalnya dari pelabuhan Banjarmasin menuju Pulau Kembang

”Jadi potensi destinasi wisata bahari di Alur Sungai Barito juga turut memiliki daya tarik dan berkembang agar para wisatawan dapat mampir di pulau kambang,” katanya.

Untuk itu, ia mengungkapkan bahwa jika kapal pinisi itu tidak dapat bersandar di Pulau Kambang, maka ia meminta agar PT Ambapers untuk bisa mengeruk sungai disana.

”Jadi saya minta kepada Ambapers untuk bisa mengeruk di Pulau Kambang, karena kapal pinisi tidak bisa masuk. Karena kapal pinisi dapat lebih dipromosikan lagi bahwa para wisatawan selain melintasi alur sungai barito menggunakan kapal pinisi juga berkunjung di Pulau Kambang, karena ada kapalnya dan ada tempat singgahnya,” ucapnya.

Selain itu, Muhidin juga berusaha agar PAD dari alur sungai barito dapat bertambah, tidak hanya dari dividen yang diberikan oleh pemerintah pusat.

”Awal mulanya kita dulu menghasilkan 10 persen dari alur sungai barito, namun di tahun 2022 diambil alih oleh pusat dan kita hanya dapat pembagian dari hasilnya saja. Jadi saya akan berusaha lagi agar kita dapat 2 persen paling tidak, masa kita yang punya sungai dan daerahnya tidak dapat,” ungkapnya.

Muhidin berharap di 21 tahun PT Ambapers tetap berjaya dan tetap mendapat hasil yang bagus.

Sementara itu, Direktur Utama PT Ambapers, Zulfadli Gazali mengatakan, terkait permintaan gubernur tentang pengerukan sungai area pulau kambang pihaknya akan mengusahakan untuk alur dilakukan pengerukan didaerah pulau kembang karena kondisi alurnya kedalamannya hanya 2 meter sedangkan minimal 3-4 meter agar kapal pinisi bisa merapat.

”Akan kita usahakan semaksimal mungkin untuk dikeruk. Untuk menunjang kapal pinisi, karena peminat kapal pinisi sudah sangat bagus, terlebih diakhir pekan jumat hingga minggu,” katanya.

Adapun terkait perkembangan ekonomi, saat ini pihaknya dengan alur sungai barito yang sudah lancar dan dapat berfungsi 1 x 24 jam tanpa harus menunggu air pasang.

”Dulunya dapat berfungsi 6-8 jam sehari dan dengan adanya pengelolaan alur ini sudah dapat berfungsi 1 x 24 jam dan bisa hilir mudik. Dengan lancarnya alur jadi semua perekonomian juga tetap menjadi lancar,” ucapnya.

Sekarang pihaknya pun tengah mendapat penawaran untuk mengelola alur sungai musi di Palembang. Namun, ia ingin mempelajarinya terlebih dulu.

”Ada penawaran dari palembang untuk Ambapers mengelola alur sungai musi di Palembang, tapi kita juga harus mempelajari dulu, apakah itu menguntungkan bagi bisnis kita, karena harus kita pertimbangkan,” pungkasnya.

Adapun dalam peringatan Hari Jadi PT Ambang Barito Nusapersada ke – 21 juga dilakukan pemberian santunan kepada panti asuhan, dan kegiatan peninjauan alur sungai barito.[]

Syahri Ramadhan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *