KabarKalimantan, Banjarmasin – Dinas Sosial Pemerintah Kota Banjarmasin menggelar kegiatan Sosialisasi Perluasan Piloting Digitalisasi Perlindungan Sosial melalui Digital Public Infrastructure (DPI) Lintas Stakeholder yang digelar di Himalaya Ballroom HBI, Senin (18/5) pagi.
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wali Kota H. M. Yamin HR didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kota Hj. Neli Listiani.
Turut hadir dalam kegiatan itu Kepala Pusat Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial Kementerian Sosial RI Joko Widiarto, Tenaga Ahli Dewan Ekonomi Nasional RI Guntur Augustin Sinaga, Direktur Pengawasan Bidang Sosial dan Perlindungan Pekerja Migran BPKP Bidi Purnomo, Kepala BPS Provinsi Kalimantan Selatan Ahmad Mudzakkir, Asisten Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan Rony Ferdiansyah, unsur Forkopimda Kota Banjarmasin, kepala SKPD, hingga para lurah se-Kota Banjarmasin.
Dalam sambutannya, Wali Kota H. M. Yamin HR menegaskan bahwa transformasi digital saat ini bukan lagi sebuah pilihan, melainkan kebutuhan dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, termasuk layanan perlindungan sosial bagi masyarakat.
“Pemerintah dituntut menghadirkan pelayanan publik yang lebih cepat, terintegrasi, tepat sasaran, dan mudah diakses masyarakat, termasuk layanan perlindungan sosial yang menyangkut kebutuhan dasar masyarakat,” ujarnya.
Ia menyampaikan, Kota Banjarmasin dipercaya menjadi salah satu dari 41 kabupaten/kota di Indonesia dalam perluasan piloting digitalisasi bantuan sosial tahun 2026. Menurutnya, hal tersebut merupakan sebuah kepercayaan sekaligus tanggung jawab besar yang harus dijalankan bersama melalui kolaborasi lintas sektor.
Wali Kota juga menekankan pentingnya integrasi data, penguatan infrastruktur digital, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar digitalisasi perlindungan sosial dapat berjalan optimal dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Keberhasilan transformasi tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga kesiapan kita untuk berubah, berkolaborasi, dan bekerja secara terbuka,” katanya.












