Praktikkan Turunan Pembuatan Eco Enzyme, Sulap Sampah Organik Jadi Bahan Bernilai Ekonomis

KabarKalimantan, Banjarmasin – Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Muhammadiyah (UM) Banjarmasin kembali menggelar pelatihan pembuatan Eco Enzyme kepada ibu-ibu Aisyiyah Al-Mujahidin,  Jalan Belitung Laut, No 48, Banjarmasin Barat, Jumat (10/4/2026).

Ketua Panitia Pelaksana Hibah Pengabdian Riset Muhammadiyah (RisetMu) UM Banjarmasin Awaluddin menjelaskan, kegiatan ini mengusung tema “Pemberdayaan Anggota Ranting Aisyiyah Al-Mujahidin Menuju Ekonomi Mandiri melalui Inovasi Sabun Cair dan Batang Berbasis Eco-Enzyme”.

“Ya, jadi ini kegiatan lanjutan yang sudah dilaksanakan sebelumnya, tahun kemarin itu merupakan kegiatan perdana sosialisasi dan praktik cara pembuatan Eko Enzym. Nah, kali ini kita matangkan lagi dengan program turunannya yakni pembuatan Eco Enzyme Cair dan Sabun Batang,” terangnya.

Secara tak langsung, kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan ekonomi keluarga, sekaligus mengatasi masalah sampah organik di Kota Banjarmasin.

“Melalui inovasi sabun Eco-Enzyme, warga tidak hanya berkontribusi pada kesehatan lingkungan, tetapi juga menciptakan produk turunan ramah lingkungan yang memiliki nilai ekonomis tinggi di pasar,” ujarnya.

Program ini, lanjut Awaluddin, menjadi platform pendanaan bersama, peninjauan, dan manajemen proposal untuk dosen tetap dan mahasiswa di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) di seluruh Indonesia.

“Program ini merupakan bentuk nyata pengabdian masyarakat untuk mendorong kemandirian ekonomi Ranting Aisyiyah Al-Mujahidin melalui pemanfaatan teknologi tepat guna yang ramah lingkungan,” kata Awaluddin.

Pada kegiatan kali ini, lanjut Awaluddin, pemateri menyampaikan pengembangan cara pembuatan Eco Enzyme yang berbahan dasar sampah organik menjadi sabun cair dan sabun batang.

“Untuk pembuatan sabun eco enzyme cair, itu menggunakan zat kimia Kalium Hidroksida (KOH) atau senyawa anorganik berupa padatan putih higroskopis yang bersifat basa kuat dan sangat korosif. Sementara untuk pembuatan sabun eco enzyme batang, menggunakan kalium hidroksida atau Natrium Hidroksida yang dikenal sebagai soda kaustik adalah basa kuat berbentuk padatan putih, kristalin, dan sangat korosif,” bebernya.

Awaluddin berharap, pemerintah daerah dapat menyambut baik program ini. Pasalnya, program ini secara tak langsung akan menjadi salah satu solusi pengelolaan sampah secara tidak langsung. “Kami sangat berharap perhatian Pemerintah Daerah Banjarmasin mendukung program yang turut membantu mengurangi tingkat permasalahan sampah di Banjarmasin,” ucapnya.

Tak lupa, Awaluddin juga mengucapkan terima kasih kepada Majelis Muhammadiyah serta pihak terkait yang mensupport kegiatan ini.

Usai pemaparan materi, kegiatan pun dilanjutkan dengan praktik cara pembuatan Eco Enzyme di wadah parkir kendaraan bermotor atau lebih tepatnya di samping Masjid Al-Mujahidin.

Di situ, nampak ibu-ibu Aisyiyah Al-Mujahidin sangat antusias memperhatikan sekaligus mempraktikkan cara pembuatan Eco Enzyme yang berbahan dasar sampah organik. “Besar harapan kami (Tim Pengabdian Masyarakat UMB, red) kegiatan ini dapat berdampak positif terhadap lingkungan Kota Banjarmasin, serta dapat bermanfaat bagi masyarakat.

Suhaimi Hidayat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *