KabarKalimantan, Banjarmasin –
Upaya penanganan persoalan sampah terus menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Hal ini tercermin dalam pertemuan yang digelar di ruang kerja Wali Kota Banjarmasin pada Rabu (2/4/2026), yang dihadiri Wali Kota Banjarmasin HM Yamin, Bupati Barito Kuala H Bahrul Ilmi, dan Bupati Banjar H Saidi Mansyur.
Dalam pertemuan tersebut, para kepala daerah sepakat bahwa penanganan sampah memerlukan kesiapan anggaran yang matang, termasuk belanja modal serta regulasi yang jelas.
Langkah ini dinilai penting guna mencegah timbulnya persoalan sosial di tengah masyarakat akibat pengelolaan sampah yang tidak optimal.
Bupati Banjar H Saidi Mansyur menegaskan pentingnya menghadirkan proyek pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Menurutnya, program yang dirancang tidak boleh bersifat jangka pendek, melainkan harus mampu memberikan manfaat dalam jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat.
Sementara itu, Bupati Barito Kuala H Bahrul Ilmi mengungkapkan bahwa proses perizinan yang panjang, seperti Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), menjadi salah satu tantangan dalam percepatan penanganan sampah.
Meski demikian, ia menekankan perlunya langkah awal yang konkret agar penumpukan sampah tidak terus terjadi.
Dalam diskusi juga mengemukakan gagasan pengolahan sampah menjadi sesuatu yang bernilai, sebagaimana konsep yang didorong pemerintah pusat. Sampah diharapkan tidak lagi menjadi limbah semata, melainkan dapat diolah menjadi bahan baku maupun sumber energi yang ramah lingkungan.
Para kepala daerah juga mendorong dinas terkait, khususnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH), untuk bekerja lebih intensif dalam memetakan titik-titik lokasi permasalahan sampah.
Data tersebut nantinya akan disampaikan kepada Kementerian Lingkungan Hidup sebagai bahan koordinasi lanjutan, termasuk rencana pertemuan bersama antara pemerintah daerah dan kementerian.












