KabarKalimantan, Banjarmasin – Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Hasnuryadi Sulaiman hadiri Monitoring & Evaluasi Penyaluran KUR serta Sosialisasi Pelaksanaan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi Nasabah KUR Provinsi Kalimantan Selatan di Aula Kanwil DJPb Provinsi Kalsel Banjarmasin, Selasa (29/4/2025).
Dalam momentum tersebut, Wagub Kalsel Hasnuryadi mengatakan, dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Selatan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berkomitmen untuk terus meningkatkan pemerataan ekonomi dan memperkuat sektor UMKM yang jadi fokus pembangunan di prioritas daerah sebagaimana yang tercantum dalam RKPD tahun 2025-2026.
”Kami berharap, kur itu bisa kita tingkatkan kepesertaannya hingga mencakup debitur kecil. Untuk itu, saya mengajak untuk semua tidak hanya dalam keadaan formal dan informal mari kita bersama-sama mensosialisasikan untuk kur ini,” katanya.
Ia menuturkan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan sangat mendukung kegiatan monitoring & evaluasi penyaluran kur serta sosialisasi pelaksanaan program jaminan sosial ketenagakerjaan bagi nasabah kur, untuk kemaslahatan masyarakat banua kalsel.
”Kita akan melakukan semaksimal mungkin upaya-upaya dari kendala seperti dengan sosialisasi dan edukasi, jangan itu-itu saja, harus menambah lagi. Saya yakin ini hanya tinggal waktu saja kita akan melakukannya bersama-sama seperti yang disampaikan Gubernur Kalsel, H Muhidin, bekerja bersama dan merangkul semua,” ucapnya.
Selain itu, Hasnuryadi juga meminta Kanwil Ditjend Perbendaharaan untuk secara berkala menyampaikan progres kinerja penyaluran kur kepada Pemerintah Provinsi.
”Hal itu agar dapat kita lakukan monitoring bersama dalam upaya terus meningkatkan kualitas pemberdayaan umkm di kalsel,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Ditjend Perbendaharaan Provinsi Kalimantan Selatan, Safriadi mengucapkan terimakasih atas dukungan dari Pemerintah Provinsi agar kur 2025 terus meningkat dan cepat berakselerasi.
”Kami bersama pa wagub, OJK dan BPJS Ketenagakerjaan bersama-sama kami melakukan monev kur untuk tahun 2025. Alhamdulillah sudah mendapatkan support yang hebat dari pa wakil gubernur. Target kita paling tidak dapat mencapai 10 besar nasional, mudah-mudahan bisa tercapai dengan seluruh kerjasama semua,” katanya
Ia menjelaskan, pelaksanaan monitoring & evaluasi kur ini dalam rangka bersama-sama mencari strategi terbaik dalam penyaluran kur 2025, dan juga melakukan sosialisasi program-program dari BPJS Ketenagakerjaan, karena dengan adanya program pemerintah ini seluruh masyarakat baik peserta kur maupun seluruh masyarakat akan mendapatkan kesempatan untuk menjadi peserta bpjs ketenagakerjaaan agar bisa menjamin keberlangsungan dari usaha dan dari pendidikan anak-anak.
”Oleh karena itu kami bersama-sama ingin mendorong kepada seluruh masyarakat kalimantan selatan untuk menjadi peserta bpjs ketenagakerjaan,” ucapnya.
Selain itu ia menyampaikan bahwa target kur di tahun 2025 adalah 5,69 triliun dan harus dikejar karena di triwulan pertama hingga dengan bulan maret baru Rp 1,1 triliun, peringkat 20 nasional.
”Jadi kita bersama-sama diawal tahun ini yakin dan bisa menjadi lebih baik dan target kepada penyalur untuk mencari debitur baru. Karena kami yakin masih banyak pengusaha umkm-umkm yang belum tersentuh oleh kur sehingga akan ada pemerataan dana pemerintah kepada semakin banyak pengusaha umkm,” pungkasnya.
Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan penghargaan dan santunan jaminan kematian oleh BPJS Ketenagakerjaan.
Syahri Ramadhan











