Camat Juai Saksikan Ritual Adat Masewah Pare Gumboh ke-7 di Desa Liyu

KabarKalimantan, Paringin – Camat Juai, Nanang Edwar, menghadiri ritual adat Masewah Pare Gumboh (MPG) ke-7 di Desa Liyu, Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan. Ritual ini merupakan ungkapan syukur warga kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen yang melimpah.

Ritual MPG ke-7 ini berlangsung meriah dengan suguhan menarik, termasuk tarian, musik, kuliner, dan permainan tradisional khas Dayak Deah.

Camat Nanang Edwar menyatakan bahwa ritual ini lebih meriah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya dan melibatkan lebih banyak masyarakat serta pihak terkait.

“Ritual ini ungkapan syukur warga Liyu kepada Tuhan YME atas hasil panen yang melimpah dan tahun ini lebih banyak melibatkan masyarakat maupun para pihak terkait,” jelas Camat Nanang Edwar.

Ritual MPG ke-7 ini juga menampilkan aneka kesenian khas Dayak Deah yang sangat menarik. Camat Juai menekankan pentingnya semangat gotong royong dalam pelaksanaan ritual MPG.

“Sejak 2019 ritual sudah dilaksanakan secara gotong royong berkat dukungan PT Adaro Indonesia dan mitra kerja serta Pemerintah Kabupaten Balangan,” jelas Nanang Edwar.

Warga Desa Liyu, Budianto, juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas pembinaan dan pendampingan dari Yayasan Adaro Bangun Negeri.

“Dulunya ritual ini dilaksanakan secara individual di tiap kepala keluarga, setelah adanya rembuk bersama dan pembinaan dari Adaro, akhirnya Mesiwah Pare Gumboh pertama kalinya dilaksanakan secara serentak dengan bergotong royong pada 2019 dan berlangsung terus menerus sampai di tahun 2025,” ungkap Budianto.

Dengan semangat gotong royong yang masih terpelihara di Desa Liyu-Gunung Riyut, Mesiwah Pare Gumboh pun kini menjadi inspirasi desa lain.

Camat Juai berharap agar ritual MPG dapat terus dilestarikan dan menjadi simbol kebersamaan masyarakat Desa Liyu.

“Ritual MPG ke-7 ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya melestarikan budaya dan tradisi leluhur. Dengan dukungan dari berbagai pihak, ritual MPG dapat terus berlangsung dan menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Desa Liyu,” ucapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *