KabarKalimantan, Paringin – Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Balangan Hafiz Ansyari resmi menahkodai Forum Pengurangan Risiko Bencana Kabupaten Balangan untuk periode 2025–2029. Amanah itu ia terima untuk memperkuat upaya mitigasi di daerah.
Kepemimpinan Hafiz dinilai strategis. Tujuannya menyatukan gerak pemerintah, pelaku usaha, akademisi, organisasi masyarakat, dan elemen lain. Sinergi lintas pihak dibutuhkan karena ancaman bencana di Balangan masih besar dan terus berubah.
Hafiz menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Ia memastikan Forum PRB akan jadi ruang kolaborasi aktif yang mendukung kebijakan dan program pengurangan risiko bencana.
“Forum ini akan kami fokuskan pada penguatan kapasitas masyarakat, penyebarluasan informasi yang akurat, serta dukungan teknis kepada pemerintah daerah dalam penyusunan kebijakan berbasis risiko,” ujar Hafiz, Jumat (26/6/2026).
Visi Forum PRB yang dipimpinnya jelas. Forum ingin Balangan menjadi daerah siaga dan tangguh bencana. Caranya dengan menumbuhkan budaya sadar bencana serta memperkuat ketahanan sosial, ekonomi, dan budaya warga.
Langkah awalnya melakukan pengkajian. Tim akan memetakan sumber dan potensi bencana, baik yang datang dari alam maupun dampak lingkungan akibat aktivitas eksplorasi dan eksploitasi sumber daya alam.
Upaya edukasi juga jadi prioritas. Forum akan gencar melakukan sosialisasi ke pemerintah, sektor swasta, hingga masyarakat. Tujuannya menaikkan pemahaman bersama soal pentingnya langkah mitigasi sebelum bencana terjadi.
Hafiz menekankan PRB harus masuk ke dalam rencana pembangunan.
“Adapun tujuan Forum PRB ini adalah untuk mengutamakan PRB Kabupaten Balangan secara partisipatif dalam perencanaan, kebijakan, dan program pembangunan di Kabupaten Balangan,” jelasnya.
Koordinasi dengan BPBD Balangan jadi kunci. Sinergi itu diperlukan agar program kebencanaan berjalan efektif dan tidak tumpang tindih. Forum juga akan membangun jejaring kerja sama mulai tingkat lokal, regional, nasional, sampai internasional.
“Kami memohon dukungan, arahan, dan kerja sama dari seluruh pihak agar tujuan mewujudkan kabupaten yang tangguh bencana dapat segera terwujud,” pungkas Hafiz.
Ia berharap ke depan PRB terintegrasi penuh dalam pembangunan. Hasilnya masyarakat Balangan lebih siap, tangguh, dan cepat merespons berbagai potensi bencana.












