Kabarkalimantan, Paringin – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini meresmikan sembilan Mal Pelayanan Publik (MPP) serentak di sembilan daerah, termasuk MPP Balangan, pada Senin (15/12/2025). Peresmian ini menambah jumlah MPP di Indonesia menjadi 305.
Peresmian MPP Balangan diharapkan dapat meningkatkan pelayanan publik kepada masyarakat Balangan. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Balangan, Akhriani, menyampaikan bahwa MPP Balangan siap beroperasi dan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.
MPP Balangan menyediakan 120 jenis layanan yang berasal dari 19 instansi, baik instansi vertikal maupun instansi daerah. Layanan ini diharapkan dapat memudahkan masyarakat dalam mengakses pelayanan publik.
“Peresmian MPP ini merupakan wujud komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Kami berharap MPP Balangan dapat menjadi pusat pelayanan publik yang terintegrasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Akhriani.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Rini juga memberikan penghargaan Outstanding Public Service Innovations (OPSI) kepada kementerian, lembaga, BUMD, dan pemerintah daerah yang telah memberikan inovasi pelayanan publik yang berdampak nyata bagi masyarakat.
Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian PANRB Otok Kuswandaru menyatakan bahwa inovasi pelayanan publik dan pembangunan MPP menjadi dua pilar yang saling menguatkan dalam upaya transformasi pelayanan publik di Indonesia.
“Kami terus memperkuat kualitas pelayanan publik melalui inovasi yang terukur dan terstruktur, salah satunya melalui penyelenggaraan Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2025,” ujar Otok Kuswandaru.
Peresmian MPP Balangan juga dihadiri oleh instansi vertikal dan instansi internal daerah. Akhriani berharap kehadiran MPP Balangan dapat semakin memudahkan masyarakat karena layanan disajikan secara terpadu dalam satu lokasi.
MPP Balangan akan terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik dan memberikan inovasi-inovasi baru untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Inovasi-inovasi ini mencerminkan kebutuhan untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman, di mana teknologi menjadi salah satu elemen penting dalam memberikan pelayanan publik yang lebih baik, cepat, dan transparan,” tutup Otok Kuswandaru.











