Polres Batola Gelar Apel Pasukan Operasi Ketupat Intan 2026

KabarKalimantan, Marabahan
Demi memastikan kesiapan seluruh personel, Polres Barito Kuala (Batola) menggelar apel gelar pasukan sebagai tanda pelaksanaan Operasi Ketupat Intan 2026, Kamis (12/3/2026).

Apel gelar pasukan dipimpin langsung Kapolres Batola AKBP Anib Bastian, S.I.K.,M.H yang turut dihadiri Bupati Batola H Bahrul Ilmi, Dandim 1005 Letkol Inf Anton Mahriadi, Kepala Kejari Andrianto Budi Santoso, Kadis Kesehatan Batola Sugimin, S.Km, M.Kes, Kadis Perhubungan Batola H.Jaya Hidayatullah,S.Sos, perwakilan Pengadilan Negeri Marabahan Panitera Antonius Horeg Yudo Nugroho, Ketua Senkom Batola Suswantoro, Jasa Raharja, Wakapolres Kompol Zaenuri bersama para pejabat utama dan kapolsek jajaran.

Kegiatan Apel melibatkan personel Kodim 1005 Batola, Dinas Perhubungan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Senkom, hingga berbagai satuan di Polres Batola seperti Satpolair dan Samapta.

Operasi Ketupat Intan 2026 sendiri dimulai 13-25 Maret 2026. Kegiatan ini diharapkan mampu menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif menjelang hingga setelah Lebaran 2026.

Membacakan amanat Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Kapolres Batola menyampaikan potensi pergerakan masyarakat selama Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,9 juta orang.

Jumlah tersebut sedikit menurun sekitar 1,75 persen dibandingkan Lebaran 2025 yang mencapai 146,4 juta orang. Meski demikian, aparat diminta tetap mengantisipasi kemungkinan peningkatan pergerakan masyarakat.

Pemerintah juga memberikan berbagai stimulus kebijakan yang memudahkan masyarakat melakukan perjalanan mudik, seperti diskon tarif tol, potongan harga tiket transportasi umum, hingga kebijakan work from anywhere.

Sementara secara nasional, operasi pengamanan Lebaran 2026 melibatkan sekitar 161.243 personel gabungan dari berbagai instansi.

Polri juga menyiapkan 2.746 pos yang terdiri dari 1.624 pos pengamanan, 779 pos pelayanan, dan 343 pos terpadu. Seluruh pos difungsikan sebagai pusat pelayanan, informasi, dan pengamanan masyarakat yang melakukan perjalanan selama periode lebaran.

Selain pengamanan jalur mudik, pengamanan difokuskan terhadap 185.607 objek penting seperti masjid, lokasi salat ied, objek wisata, pusat perbelanjaan, hingga terminal dan bandara.

Berdasarkan pemetaan kerawanan, beberapa potensi gangguan keamanan yang perlu diantisipasi antara lain kejahatan konvensional, aksi premanisme, balap liar, hingga konflik antar kelompok.

Sebagai langkah antisipasi, patroli rutin akan ditingkatkan di titik-titik rawan, serta mengajak partisipasi masyarakat melalui pengamanan swakarsa.

Masyarakat yang meninggalkan rumah untuk mudik, juga diimbau melapor kepada aparat setempat. Selain itu, aparat juga menyediakan layanan penitipan kendaraan bermotor di seluruh kantor polisi guna memberikan rasa aman kepada warga.

Di sisi lain, masyarakat juga diminta mewaspadai potensi cuaca ekstrem berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang memperkirakan kemungkinan hujan lebat di sejumlah wilayah selama periode mudik Lebaran 2026.

Polri juga mengoptimalkan layanan Call Center 110 sebagai sarana pengaduan dan informasi masyarakat selama Operasi Ketupat 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *