DLH Kotabaru Gelar Sosialisasi Program “BAPILA” di DPPAPPKB

KabarKalimantan, Kotabaru – Gerakan pemilihan sampah menuju Kotabaru bersih dan berkelanjutan, dinas Lingkungan Hidup Kotabaru gencar melakukan kegiatan sosialisasi program BAPILA (Budaya Pilah dan Tanggung Jawab Sampah).

Sosialisasi tersebut berlangsung di Aula DPPAPPKB Kotabaru dan sosialisasi langsung diberikan kepala Dinas Lingkungan Hidup Kotabaru Hj Melinda Ratna Agustina di hadiri kepala DPPAPPKB Kotabaru Ir. Sri Sulistyani, M. Oh dihadiri puluhan penyuluh KB dan juga staf DPPAPPKB, Selasa (5/5/26).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kotabaru Hj. Melinda Ratna Agustina mengatakan ada MoU atau nota kesepahaman dari kementerian KB dengan Kementerian Lingkungan Hidup.

“Jadi kami berkolaborasi didalam sosialisasi tentang memilah sampah yang mana audiensnya adalah dari penyuluh KB,” ucapnya.

Di Kotabaru ini ada sekitar 36 penyuluh KB yang mana para penyuluh tersebut memiliki jaringan ratusan kader yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Kotabaru.

“Kami menitipkan pesan bahwa masyarakat harus mulai memilah sampah dari sumbernya masing-masing rumah,” ucap Melinda Ratna Agustina

Tidak hanya memberikan sosialisasi, DLH Kotabaru langsung melakukan praktik pengolahan sampah menjadi kompos, jadi semua sampah pada intinya sebagian besar sangat bermanfaat.

“Kedepan pembuangan sampah ketempat penampungan akhir, akan kami batasi karena akan kita lakukan pengelolaan,” ujarnya.

Kebijakan ini juga berlaku di setiap perusahaan, harusnya pihak perusahaan yang datang meminta dilakukan pembinaan, apalagi setiap perusahaan pasti memiliki program yang namanya Proper (Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup).

“Jika perusahaan tidak memiliki sistem pengolahan sampah yang baik, nilai mereka bisa turun hingga katagori buruk,” jelas Melinda Ratna Agustina.

Sementara itu, Kepala DPPPAPPKB, Sri Sulistyani, menilai kegiatan ini sangat relevan dengan tugas pokok instansinya. “Sekitar 70 persen sumber sampah berasal dari rumah tangga. Dengan adanya edukasi dari DLH, para penyuluh KB kami bisa menjadi perpanjangan tangan untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat. Jaringan kami tersebar di 22 kecamatan dengan lebih dari seribu kader, sehingga pesan ini bisa menjangkau luas,” katanya.

Ia juga menekankan bahwa pengelolaan sampah tidak bisa dilakukan oleh satu instansi saja. Harus ada kolaborasi lintas sektor, termasuk peran aktif masyarakat.

“Sehebat apapun program yang dijalankan, tanpa dukungan masyarakat akan sulit berhasil. Karena itu kami memulai dari internal, agar pengelolaan sampah bisa diterapkan secara nyata,” pungkasnya.

Diharapkan edukasi pengelolaan sampah dapat menjangkau hingga ke tingkat keluarga, sekolah, dan perusahaan.

Momentum ini menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menjadikan Kotabaru lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan, dengan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *