Pelaihari dan Kintap Bersaing Ketat Rebut Podium, Panyipatan Tampil Mengejutkan pada Porsenijar PGRI Tanah Laut 2025

KabarKalimantan, Tanah Laut  — Persaingan ketat mewarnai Porsenijar PGRI Tanah Laut 2025. Pelaihari dan Kintap saling menyalip dalam perolehan juara utama, sementara Panyipatan mencuri perhatian melalui penampilan konsisten di bidang seni dan MTQ.

Pelaihari membuka keunggulan lewat kemenangan pada voli putra dan menyanyi solo putra. Kintap sebagai tuan rumah langsung merespons dengan merebut gelar terbaik di badminton dan voli putri. Kedua wilayah sama-sama mengumpulkan dua gelar pertama, menjadikan persaingan papan atas berlangsung ketat sejak awal.

Panyipatan tampil mengejutkan. Meski hanya satu kali meraih juara pertama melalui MTQ putra, mereka terus naik podium pada beberapa nomor seni dan tampil stabil hingga akhir. Jorong juga mencatat hasil menonjol dengan kemenangan pada futsal dan vokal solo putri. Takisung meraih hasil terbaik pada tari kreasi, sedangkan Tambang Ulang membawa pulang juara pertama MTQ putri. Bajuin menambah variasi prestasi melalui Inovasi Pembelajaran, dan kontingen khusus Kemenag mencatatkan gelar juara dari tenis meja.

Kompetisi tahun ini menunjukkan kekuatan yang tersebar merata di hampir semua wilayah. Pelaihari unggul di nomor beregu, Kintap kuat di olahraga dan vokal, Panyipatan menonjol di seni dan MTQ, sementara Jorong tampil stabil pada permainan dan vokal. Bati-Bati, Kurau, dan Bumi Makmur juga mengamankan podium meski belum mencapai posisi teratas.

Sebelum pertandingan, upacara Hari Guru Nasional dilaksanakan pada 25 November 2025. Bupati Tanah Laut H Rahmat Trianto mengingatkan pentingnya peningkatan kompetensi guru di tengah tantangan pendidikan yang terus berkembang. Peringatan ini dirangkai dengan penyerahan piagam Guru IDOLA dari BGTK Kalsel dan pemberian beasiswa bagi siswa SD dan SMP.

Rangkaian kegiatan Porsenijar telah dimulai sejak 11 November melalui aksi donor darah bekerja sama dengan PMR Tala. Gelaran tahun ini tidak hanya menghadirkan kompetisi, tetapi juga memperkuat kebersamaan dan solidaritas para pendidik di Tanah Laut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *