Komisi II DPRD Kalsel Pelajari Inovasi Pelayanan Samsat di Bali

Dalam upaya mendorong peningkatan pendapatan asli daerah (PAD), Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan bersama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Kalsel dan Kepala UPPD Samsat se-Kalsel melakukan kunjungan kerja ke Bapenda Provinsi Bali, Kamis (7/5/2026).

Kunjungan tersebut bertujuan mempelajari berbagai inovasi, khususnya di sektor pelayanan samsat. Rombongan dipimpin Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi dan diterima Sekretaris Bapenda Bali I Gusti Putu Widiantara beserta jajaran di ruang rapat Bapenda Bali.

Muhammad Yani Helmi mengatakan kontribusi terbesar PAD selama ini masih didominasi pajak kendaraan bermotor dan bea balik nama kendaraan bermotor, sehingga samsat menjadi salah satu unit strategis sebagai ujung tombak penerimaan pajak daerah.

“Banyak hal yang menarik yang kami cermati, terutama terkait kemudahan wajib pajak membayar pajak melalui lembaga adat. Lembaga adat ini memiliki pengaruh yang kuat sehingga tingkat kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak semakin meningkat,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Paman Yani itu menambahkan, sejumlah hal menarik turut menjadi bahan diskusi, termasuk upaya mendukung program pemerintah pusat dalam mendorong penggunaan kendaraan listrik.

“Nanti dalam raperda kami juga ingin memuat tarif pajak kendaraan listrik yang tidak terlalu besar, tetapi tetap memberikan kontribusi untuk daerah,” katanya.

Selain itu, Komisi II DPRD Kalsel juga mengusulkan inovasi berupa penerapan stiker pada pelat kendaraan bermotor sebagai bukti pembayaran pajak tahunan maupun lima tahunan.

“Kalau bicara efisiensi, tidak mesti harus ganti pelat. Bisa saja cukup dengan stiker penanda pembayaran pajak setiap tahunnya. Ini nanti akan kami diskusikan lebih lanjut di internal Komisi II agar semakin mempermudah masyarakat membayar pajak,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Bapenda Bali I Gusti Putu Widiantara menyambut baik kunjungan Komisi II DPRD Kalsel beserta rombongan.

Ia berharap pertemuan tersebut dapat memberikan manfaat dalam upaya meningkatkan PAD sekaligus mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat di masing-masing daerah.

“Mudah-mudahan diskusi hari ini terkait optimalisasi pendapatan dapat memberikan manfaat, baik untuk Provinsi Bali maupun Kalimantan Selatan,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *