KabarKalimantan, Banjarmasin – DPRD Kalimantan Selatan terus mendorong penguatan kebijakan penanganan kendaraan Over Dimension Over Load (ODOL) melalui berbagai langkah strategis, salah satunya dengan mendukung penerapan sistem Weight In Motion (WIM) di sejumlah titik serta penambahan jembatan timbang guna memperketat pengawasan angkutan barang.
Hal itu disampaikan Sekretaris Komisi II DPRD Kalsel, H. Jahrian, saat menghadiri Seminar Nasional Formulasi Kebijakan dan Inovasi Teknologi dalam Akselerasi Transformasi Logistik Zero ODOL Kalsel 2027 di General Building Library Lecture Theatre Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Rabu (17/6/2026).
Jahrian menegaskan persoalan ODOL harus menjadi perhatian serius karena berdampak langsung terhadap keselamatan lalu lintas dan ketahanan infrastruktur jalan.
“Risiko kecelakaan lalu lintas akan semakin tinggi jika ODOL tidak segera ditangani secara serius,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa angkutan barang tetap memiliki kontribusi penting terhadap distribusi logistik dan pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, diperlukan kebijakan yang seimbang antara penegakan aturan dan keberlanjutan sektor transportasi.
Jahrian juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas infrastruktur jalan sebagai langkah strategis menekan angka kecelakaan akibat ODOL.
“Perbaikan infrastruktur jalan yang memadai akan mampu mengurangi risiko kecelakaan di lapangan,” pungkasnya.
Seminar tersebut turut dihadiri Dirlantas Polda Kalsel Kombes Pol. Dr. M. Fahri Siregar, S.H., S.IK., Guru Besar Fakultas Hukum ULM Prof. Dr. H.M. Hadin Muhjad, S.H., M.Hum., serta Asisten Deputi Konektivitas Darat dan Perkeretaapian Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Hermin Esti Setyowati, S.Sos., M.Si.[]












