Gubernur Kalsel, H Muhidin Serukan Aksi Galang Dana untuk Korban Banjir dan Longsor Aceh – Sumatra

KabarKalimantan, Banjarmasin – Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin menunjukkan kepedulian besar terhadap masyarakat yang tengah dilanda bencana banjir dan longsor di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan wilayah sekitarnya. Kepedulian tersebut diwujudkan melalui ajakan resmi kepada seluruh masyarakat, ASN, serta pegawai di lingkungan Pemprov Kalsel untuk bersama-sama meringankan beban para korban.

Imbauan ini langsung ditindaklanjuti oleh Dinas Sosial Provinsi Kalsel. Kepala Dinas Sosial, Muhammad Farhanie menjelaskan bahwa arahan Gubernur Muhidin telah disampaikan dalam Apel Gabungan sekaligus Peringatan HUT ke-54 KORPRI di Banjarbaru pada 1 Desember lalu.

“Kami telah mengedarkan surat imbauan kepada seluruh SKPD dan BUMD di bawah Pemprov. Isinya ajakan untuk bersama mengumpulkan dana bagi para korban bencana,” jelas Farhanie.

Penggalangan dana difokuskan dalam bentuk uang, khusus untuk membantu masyarakat di Sumatra Barat—wilayah yang paling parah terdampak banjir dan longsor. Aksi solidaritas ini berlangsung mulai 2 hingga 21 Desember 2025.

Tak hanya menggalang dana, Dinas Sosial Kalsel juga mengirim enam personel Taruna Siaga Bencana (Tagana) ke lokasi terdampak. Mereka akan bertugas di dapur umum serta memberikan layanan dukungan psikososial bagi para penyintas selama sekitar 15 hari, mulai 9 Desember mendatang.

“Sejauh ini sudah ada beberapa SKPD yang menyerahkan bantuan kepada kami sebagai koordinator. Kami juga mengajak dinas sosial kabupaten/kota untuk melakukan hal serupa, dan responsnya sangat positif,” tambah Farhanie.

Ia menegaskan bahwa seluruh dana yang terkumpul akan diumumkan secara transparan kepada masyarakat melalui media massa dan media sosial.

Sebagaimana dilaporkan BNPB pada Rabu pagi, bencana di kawasan Sumatra telah menimbulkan dampak besar: 753 orang meninggal dunia, 650 orang masih hilang, 2.600 luka-luka, dan lebih dari 576 ribu warga terpaksa mengungsi. Selain itu, kerusakan pada fasilitas umum dan infrastruktur turut memperparah kondisi di lapangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *