Pemprov Kalsel Raih Penghargaan TOP Digital Implementation 2025 Level Bintang 5

KabarKalimantan, Jakarta – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan kembali mencatat prestasi nasional setelah berhasil meraih Level Bintang 5 (Excellent/Sangat Baik) pada ajang TOP Digital Implementation 2025, naik satu tingkat dari tahun sebelumnya. Penghargaan diberikan atas keberhasilan Kalsel memperkuat Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dan mendorong transformasi digital di sektor layanan publik.

Gubernur Kalsel H. Muhidin diberikan penghargaan TOP Leader on Digital Implementation 2025, atas komitmen dan dukungan kuat yang terus diberikan dalam mendorong akselerasi transformasi digital, sedangkan Kepala Diskominfo Kalsel, Muhamad Muslim, meraih Top CIO on Digital Implementation 2025 berkat konsistensi inovasi digital di lingkungan pemerintah daerah.

Salah satu terobosan terbaru Pemprov Kalsel adalah peluncuran aplikasi BEKANTAN (Berinvestasi di Kalimantan Selatan) yang menyediakan informasi terpadu bagi investor mengenai potensi investasi di 13 kabupaten/kota.

Mewakili Gubernur Kalsel, H Muhidin, penghargaan diterima oleh Staf Ahli Gubernur Kalsel, Adi Santoso dalam acara TOP Digital Awards 2025 didampingi Kepala Seksi Kemitraan Komunikasi Publik dan Hubungan Media Diskominfo Kalsel, Erlinda Puspita Ningrum, Kasi Pengelola Opini Publik Diskominfo Kalsel, Chairun Ni’mah, Kepala Seksi Pengelolaan Data Statistik, Muhammad Hidayatullah, Kasubag Keuangan, Gusti Purnamawati, serta Staf Diskominfo Kalsel, Ella Nurmalasari.

Acara penghargaan Top Digital Awards 2025 ini juga dihadiri oleh hampir 500 orang dari berbagai kalangan. Gubernur Kalsel diwakili Staf Ahli Gubernur Kalsel, Adi Santoso menyampaikan bahwa penghargaan ini menjadi bukti keberhasilan Pemprov Kalsel meningkatkan layanan publik berbasis teknologi.

“Kami bersyukur atas penghargaan ini. Apresiasi ini sekaligus juga pengakuan atas keberhasilan kami dalam  meingkatkan layanan publik  berbasis teknologi digital yang sejalan dengan tuntutan penguatan sistem aplikasi SPBE. Kami sangat mengapresiasi atas keberhasilan ini, yang tentunya tak lepas dari konsistensi dan kerja keras jajaran Diskosminfo Kalsel dalam melakukan inovasi dan pengembangan sistem aplikasi teknologi digital ini,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Penyelenggara TOP Digital Awards 2025 yang juga Pemimpin Redaksi ItWorks M. Lutfi Handayani MM. MBA, mengatakan,  kegiatan TOP Digital Awards bukan sekadar penilaian dan pemberian penghargaan, namun juga sarat pembelajaran bersama (learning together) bagi instansi pemerintah dan korporasi untuk berbagi pengalaman dan strategi dalam implementasi teknologi digital.

“Sejak diselenggarakan pertama kali, tujuan utama penyelenggaraan kegiatan TOP Digital Awards ini adalah mendorong peningkatan kualitas dan efektivitas implementasi solusi digital di instansi pemerintahan dan korporasi bisnis di seluruh Indonesia. Terkait aspek-aspek pembelajaran bersama dalam kegiatan ini, pertama di akhir wawancara penjurian, ada Sesi Nilai Tambah, dimana Dewan Juri memberikan pendapat, saran, dan masukan-masukan untuk perbaikan dan inovasi yang bisam dilakukan peserta di masa mendatang. Kedua, selaku penyelenggara, kami juga memberikan kesempatan kepada setiap peserta, untuk dapat seat in atau mengikuti sesi presentasi / wawancara penjurian peserta lain, selama bukan competitor. Semata untuk menambah wawasan dan pengetahuan terkait inovasi digital ini,” katanya.

Ditambahkan, TOP DIGITAL Awards diselenggarakan setiap tahun oleh majalah ItWorks dari MSI Group, dengan didukung oleh para Pakar dan Dewan Juri dari berbagai asosiasi TI, seperti APTIKOM (Asosiasi Pendidikan Tinggi Informatika dan Komputer), MASTEL (Masyarakat Telematika Indonesia), APKOMINDO (Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia), ASPILUKI (Asosiasi Piranti Lunak Indonesia), IDTUG (Indonesia Telecommunication User Group), dan LKN (Lembaga Kajian Nusantara – Asta Cita).

Selaku Ketua Penyelenggara, ia juga menjelaskan jalannya proses penilaian ini. Dikatakan, proses penilaian dimulai dengan seleksi awal terhadap hampir 1.000 calon peserta, yang terdiri dari perusahaan dan instansi pemerintahan. Melalui analisis berbagai data pendukung, terpilih sekitar 200-an kandidat terbaik untuk melanjutkan ke tahap berikutnya.

“Dari 200-an kandidat tersebut, sebanyak 148 peserta yang mendaftar dan sebanyak 131 peserta yang mengikuti proses penilaian secara lengkap, termasuk sesi Wawancara Penjurian dilakukan secara daring. Dalam sesi ini, peserta memaparkan capaian, strategi, dan keberhasilan implementasi teknologi digital di organisasi masing-masing,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Ketua dewan Juri Top Digital Awards 2025,  Prof. Dr. rer. nat. Achmad Benny Mutiara, SSi, S.Kom. Menurutnya, kegiatan TOP DIGITAL Awards yang diselenggarakan oleh majalah ItWorks ini, sangat selaras dengan arah kebijakan Presiden RI periode 2025-2029, yakni percepatan transformasi digital guna mendorong peningkatan implementasi dan pemanfaatan teknologi digital, baik di instansi pemerintahan, korporasi bisnis, maupun institusi lainnya.

“Tema TOP Digital Awards 2025 ini adalah “Driving Operational Excellence through Intelligent Digital Transformation”. Tema ini sangat relevan karena kita memasuki era di mana teknologi bukan lagi sekadar alat pendukung, tetapi telah menjadi strategic driver yang menentukan keunggulan operasional organisasi—baik perusahaan bisnis maupun instansi pemerintahan,” ujarnya.

Dikatakan, transformasi digital yang berhasil bukan hanya soal adopsi teknologi, tetapi bagaimana teknologi tersebut menghasilkan nilai, meningkatkan kualitas layanan publik dan layanan pelanggan, memperkuat tata kelola, serta mempercepat pengambilan keputusan berbasis data dan kecerdasan buatan.
Transformasi Digital lanjutnya, pada umumnya dijalankan dalam upaya suatu organisasi mendongkrak efektivitas dan efisiensi dalam memberikan layanan publik, kinerja bisnis dan operasional, serta layanan kepada pelanggan. Hal ini juga selaras dengan arah kebijakan Pemerintah Republik Indonesia melalui SPBE, percepatan integrasi layanan publik, digitalisasi BUMN/BUMD, dan penguatan ekosistem ekonomi digital nasional.

Ia juga menjelaskan proses penilaian serta mekanisme penentuan level bintang penghargaan TOP Digital Awards yang telah dilaksanakan oleh Dewan Juri. Dewan Juri katanya, menggunakan empat kriteria utama dalam menentukan pemenang:

Keberhasilan implementasi dan pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung operasional organisasi. 2. Kualitas IT Governance dan Cyber Security yang dimiliki organisasi. 3. Pemanfaatan Generative AI, khususnya dalam menghasilkan konten atau percepatan proses berbasis data. 4. Solusi bisnis, aplikasi, atau platform unggulan yang terbukti efektif dan memberikan dampak signifikan.

“Perlu kami sampaikan bahwa penerima Level Bintang 5 tidak identik dengan kesempurnaan. Namun, mereka telah menunjukkan kualitas terbaik dalam seluruh kriteria penilaian, dan memiliki keunggulan tambahan berupa: 1) inovasi digital yang menonjol, 2) praktik implementasi yang layak dijadikan contoh, 3) atau solusi unggulan yang dapat direkomendasikan ke organisasi lain,” terangnya.

Dalam kesempatan ini, selaku Ketua Dewan Juri, ia juga menyampaikan beberapa temuan strategis selama proses penilaian tahun ini, yaitu :

I. Kesiapan Strategi Digital Semakin Baik, Namun Eksekusi Masih Beragam.
Banyak organisasi memiliki digital masterplan yang komprehensif, namun belum seluruhnya mampu mengintegrasikan strategi tersebut ke dalam proses bisnis dan proses layanan pemerintahan secara konsisten. Tantangan integrasi data lintas unit masih kerap ditemukan, baik di sektor bisnis maupun sektor publik.

II. Adopsi AI dan Data Analytics Mulai Meluas, Tetapi Governance Belum Matang Pemanfaatan AI, automasi, dan data analytics meningkat secara signifikan. Namun, masih diperlukan tata kelola data dan AI yang lebih kokoh, termasuk: standar kualitas data, kebijakan etika AI, interoperabilitas antar-platform, serta mekanisme pengukuran dampak dan ROI.

III. Penguatan Kapabilitas SDM Digital Menjadi Tantangan Utama
“Baik perusahaan maupun instansi pemerintah menyampaikan bahwa tantangan terbesar bukan pada teknologi, melainkan pada kompetensi SDM dan budaya kerja digital. Proses re-skilling dan up-skilling masih perlu ditingkatkan secara terstruktur,” ujarnya.

IV. Keamanan Siber Harus Menjadi Prioritas Utama
Banyak organisasi telah mengadopsi solusi modern, namun sebagian masih belum memiliki holistic cyber posture—termasuk incident response, business continuity, dan zero-trust framework. Ini sangat kritikal bagi sektor publik yang mengelola layanan masyarakat dan data strategis negara.

V. Inovasi Digital Belum Selalu Berorientasi pada Dampak
Berbagai proyek digital telah berjalan, namun belum semuanya berorientasi pada dampak nyata, seperti peningkatan efisiensi operasional, kualitas layanan publik, atau kepuasan pelanggan.

Berdasarkan evaluasi Dewan Juri, pihaknya juga menyampaikan beberapa rekomendasi bagi para peserta:

a. Perkuat Alignment antara Strategi Bisnis/Organisasi dan Strategi Digital
Transformasi digital harus dimulai dari visi yang jelas, baik untuk peningkatan nilai bisnis maupun peningkatan kualitas layanan publik. Setiap inisiatif perlu memiliki indikator kinerja yang terukur.

b. Bangun Pondasi Data yang Terintegrasi dan Terstandar
Data adalah aset strategis organisasi. Penting untuk membangun data architecture yang terintegrasi, kualitas data yang terjaga, interoperabilitas antar sistem, serta tata kelola keamanan yang kuat. Hal ini juga menjadi prasyarat utama keberhasilan SPBE dan layanan publik digital.

c. Tingkatkan Kapasitas SDM dan Budaya Digital
Transformasi digital akan lebih cepat jika didukung talenta digital yang kompeten,, budaya kolaboratif, proses kerja yang agile, dan kepemimpinan yang visioner.

d. Perkuat Cybersecurity End-to-End
Keamanan harus menjadi prinsip inti, bukan sekadar pelengkap. Organisasi perlu mengadopsi security by design, zero trust, serta membangun kesiapan menghadapi ancaman siber.

e. Fokus pada Dampak dan Nilai Nyata
Setiap proyek digital harus menunjukkan nilai yang jelas bagi: efisiensi proses, peningkatan pengalaman pelanggan dan masyarakat, keberlanjutan, serta pencapaian target organisasi.

Di akhir sambutan, ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh penerima TOP DIGITAL Awards 2025. Diharapkan ini bisa menjadi pendorong semangat dalam memperkuat implementasi solusi digital di organisasinya masing-masing, serta menjadi inspirasi bagi perusahaan dan instansi pemerintahan lainnya dalam mewujudkan transformasi digital yang lebih efektif.

“Kami berharap kegiatan TOP Digital Awards ini terus menjadi katalisator dalam meningkatkan keberhasilan penerapan dan pemanfaatan teknologi digital di Indonesia. Atas nama Dewan Juri, kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta dan finalis TOP Digital Awards 2025, kepada Panitia Penyelenggara dari Majalah ItWorks, para anggota Dewan Juri, serta lembaga dan asosiasi yang turut berperan dalam proses penilaian tahun ini. Kami juga menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat hal yang kurang berkenan selama proses penilaian dan penjurian berlangsung. Semoga kita semua terus berkontribusi bagi kemajuan transformasi digital Indonesia,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *