Puncak Gebyar Panutan PKB 2025, Realisasi Pajak Daerah Kalsel Tembus 101 Persen

KabarKalimantan, Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kalimantan Selatan menggelar Puncak Gebyar Panutan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) Tahun 2025 sebagai momentum evaluasi sekaligus apresiasi atas tingginya kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak kendaraan bermotor di Gedung DR. KH. Idham Chalid, Banjarbaru, Selasa (16/12/2025)

Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, menyampaikan bahwa hingga saat ini realisasi pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor telah mencapai hampir 96 persen, sementara secara keseluruhan penerimaan pajak Provinsi Kalimantan Selatan telah melampaui target.

“Alhamdulillah hari ini kita melaksanakan Puncak Gebyar Panutan PKB Tahun 2025. Untuk pajak provinsi Kalsel secara keseluruhan sudah tercapai lebih dari 100 persen. Walaupun kegiatan ini dilaksanakan di akhir Desember, masyarakat masih memiliki kesempatan keringanan dalam membayar pajak hingga 22 Desember,” ujar Gubernur.

Ia menambahkan, mulai Januari mendatang kebijakan pajak akan kembali normal. Tingginya antusiasme masyarakat dinilai menjadi faktor utama capaian tersebut. Ke depan, Gubernur mengimbau kabupaten/kota bersama Bapenda untuk melakukan jemput bola kepada wajib pajak yang belum melakukan pembayaran.

“Bukan karena masyarakat tidak mau bayar pajak, tapi kebanyakan karena lupa. Maka tugas kita adalah mengingatkan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bapenda Provinsi Kalimantan Selatan, Subhan Noor Yaumil mengungkapkan, realisasi penerimaan pajak daerah hingga kemarin telah mencapai 101,01 persen, atau sebesar Rp10,522 triliun dari target Rp10,521 triliun.

“Seluruh sektor pajak daerah sudah tercapai 100 persen, kecuali PKB yang masih di angka 96 persen. Namun realisasinya terus bergerak setiap hari,” jelas Subhan.

Ia menyebutkan, capaian PKB meningkat signifikan berkat kolaborasi Bapenda dengan Ditlantas Polda Kalsel dan Jasa Raharja. Pada November lalu, realisasi PKB masih berada di angka 80 persen, namun melonjak menjadi 96 persen di Desember.

“Dengan sisa waktu efektif sekitar 10 hari, kami optimistis target 100 persen bisa tercapai. Hari ini saja realisasi PKB sudah mencapai Rp2,8 miliar,” tambahnya.

Berbagai upaya terus dilakukan, mulai dari sosialisasi intensif, door to door, hingga mendatangi langsung wajib pajak dengan potensi pajak kendaraan bermotor besar berdasarkan database yang dimiliki.

Dari sisi kepatuhan, Subhan menyebutkan bahwa Kalimantan Selatan kini berada di peringkat ketiga nasional dalam tingkat kepatuhan pembayaran pajak kendaraan bermotor, dengan tingkat kepatuhan mencapai 60 persen. Bahkan, target pajak daerah dalam APBD Tahun 2026 direncanakan akan mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya.

Hal senada disampaikan Direktur Lalu Lintas Polda Kalsel, Kombes Pol Fahri Anggia Natua Siregar. Ia menyebutkan adanya peningkatan signifikan dalam kepatuhan wajib pajak dibanding tahun lalu.

“Tahun lalu kita berada di peringkat kelima nasional, sekarang naik ke peringkat ketiga. Realisasi pembayaran PKB sudah mencapai 96 persen dan insyaallah dengan sisa waktu yang ada target dapat tercapai,” pungkasnya.

Dengan capaian tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan optimistis tingkat kepatuhan masyarakat akan terus meningkat dan menjadi modal penting dalam mendukung pembangunan daerah melalui optimalisasi penerimaan pajak.

Pada puncak kegiatan tersebut, dilakukan pengundian berhadiah bagi wajib pajak oleh Gubernur Kalimantan Selatan, H Muhidin didampingi Wakapolda Kalsel, Brigjen Pol Dr. Golkar Pangarso Rahardjo Winarsadi, S.H., S.I.K., M.H, dengan hadiah utama dua paket ibadah umroh, satu unit mobil, dan 14 unit sepeda motor. Pemenang dapat dilihat melalui Instagram @bapendakalselofficial dan YouTube Bapenda Kalsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *