Pemandu Wisata Pulau Kembang Bantah Minta Uang Jasa Secara Paksa kepada Wisatawan

KabarKalimantan, Marabahan – Postingan akun Instagram infobanjar.id pada Senin (9/6/2025) dibuat banjir komentar terkait pengalaman seorang wisatawan yang merasa kurang menyenangkan saat berwisata ke Pulau Kembang.

Di laman foto pertama postingan tersebut, dituliskan bahwa wisatawan tersebut mengungkapkan alih-alih menikmati keindahan alam dan atraksi monyet yang jadi daya tarik utama, justru mengalami momen yang membuatnya kurang mengenakkan hingga kapok katanya.

Dimulai dari tarif biaya kelotok dari Siring Banjarmasin menuju Pulau Kembang sebesar Rp 450 ribu. Kemudian, tiket retribusi masuk ke Pulau Kembang senilai Rp 16 ribu per orang.

Namun, bukan tarif tersebut yang dipermasalahkannya. Tetapi, ia merasa kurang nyaman dengan adanya para pemandu wisata di sana. Bahkan, ia seperti merasa risih karena banyaknya pemandu wisata dan dia tak bisa mengambil foto-foto dengan leluasa, lantaran semua frame ada para pemandu wisata.

Ia juga menyebut, para pemandu wisata memaksa untuk membeli jualan atau dagangan para pemandu wisata. Padahal katanya, ia bersama keluarga sudah membawa dan mempersiapkan bekal untuk monyet-monyet di pulau yang termasuk wilayah Kabupaten Barito Kuala tersebut.

Terus, dikatakannya lagi pemandu wisata tersebut memaksa meminta uang lagi saat akan keluar dari pulau tersebut.

Ia pun mengaku momen paling kesal ketika ada pandu wisata yang meminta uang Rp 2.000, namun ngedumel dikasih Rp 5.000. “Maa ai purunnya 5 ribu wara,” tulisnya di foto akun medsos tersebut.

Sontak, postingan itu pun menarik perhatian sejumlah warganet. Ada yang mengadu melalui komentarnya yang mentag akun medsos Walikota dan Wakil Walikota Banjarmasin.

Seperti komentar akun hasan_bas76. “Tolong pak pemerintah turun tangan menertibkan…kalau perlu ada Satpol PP nya disana, kerna pulau kembang SDH jadi tempat tujuan wisata sayang kalau SDH jelek Dimata wisatawan….,” tulisnya.

Komentar hasan_bas76 itu pun mendapat tanggapan dari Wakil Walikota Banjarmasin Hj Ananda @hj.ananda. “Itu ampun Pemkab Batola,” balas Wakil.Walikota Banjarmasin Hj Ananda sembari menyematkan emoticon bertangkup tangan atau meminta maaf.

Sementara akun fragi_anggara menyebut dalam komentarnya bahwa yang berperilaku meminta atau membeli dagangan pemandu wisata secara paksa tersebut adalah pemandu gadungan.

“Pemandu gadungan kya nya ngitu, bilang kdd tata Krama nya lalu merampas duit ditangan urang,” tulisnya.

Sedangkan warganet lain dengan nama gjfhhwfkb berkomentar positif. “Uln pernah kepulau kembang, dan ulun disambut baik oleh orang sana, malah ulun memberi orng sana dan semoga rezeki ulun bertambah, mereka minta tidak berpaksaan tergantung dari kita yang mau ngasih atau ngga nya.”

Di lain hal, melihat postingan infobanjar.id tersebut, Maisarah (47) merupakan salah seorang perempuan yang berprofesi sebagai pemandu wisata di Pulau Kembang tersebut pada Selasa (10/6/2025) membantah terkait adanya postingan yang seolah memojokkan juru pandu wisata Pulau Kembang tersebut.

Mewakili rekan-rekannya, Maisarah mengungkapkan bahwa pihaknya tidak pernah mematok tarif untuk memandu wisatawan. “Biasanya kami menawarkan untuk menemani wisatawan berwisata. Namun, jika wisatawan menolak ditemani kami tidak memaksa. Apalagi meminta uang secara paksa,” ujarnya.

Suhaimi Hidayat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *