Wujudkan Ketahanan Pangan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kotabaru Kolaborasi dengan TNI

KabarKalimantan, Kotabaru – Pemerintah Kabupaten Kotabaru melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) terus memperkuat sektor agraris sebagai fondasi utama ketahanan pangan di kabupaten Kotabaru.

“Dalam menciptakan ketahanan pangan di kabupaten Kotabaru, pihak kami berkolaborasi dengan TNI (Kodim 1004 Kotabaru) dengan melaksanakan program Cetak Sawah yang menjadi andalan untuk menjaga lahan produktif sekaligus mendukung kemandirian pangan nasional,” ucap Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kotabaru Ir. Sarawani, Rabu (21/1/26).

Tahap pertama yang dilaksanakan dengan melakukan program Cetak Sawah dengan Kodim 1004 Kotabatu seluas 341 hektare di wilayah Kecamatan Pulau Laut Timur telah selesai dan saat ini sudah memasuki masa tanam.

“Saat ini kami melanjutkan tahap kedua dengan membuka lahan pertanian seluas 630 hektare di Kelumpang Utara dan Pamukan Selatan,” tambahnya

Selain itu, program Optimasi Lahan (Oplah) seluas 305 hektare juga digarap di beberapa kecamatan, termasuk Kelumpang Tengah dan Kelumpang Utara. Meski pelaksana teknis berada di bawah Kodim dan PPK Provinsi, Pemkab Kotabaru tetap aktif sebagai penerima manfaat demi kesejahteraan petani lokal.

Ditegaskannya, program ini bukan sekadar mengejar produksi, tetapi juga langkah strategis untuk mencegah alih fungsi lahan menjadi tambang atau pemukiman.

“Kami ingin memastikan pada mendatang Kotabaru tidak mengalami defisit beras. Program ini juga mendukung inisiatif nasional Makan Bergizi Gratis dengan pasokan pangan lokal seperti beras, cabai, tomat, ayam, dan telur,” tambahnya.

Namun, tantangan tetap ada. Perubahan iklim dan minimnya regenerasi petani menjadi perhatian serius. Untuk itu, DKPP membentuk Brigade Pangan, kelompok petani milenial yang dibekali alat mesin pertanian dan pelatihan kewirausahaan.

“Kami ingin anak muda bangga menjadi petani dan mampu menjadi pelaku usaha di kampung halamannya,” tegas Sarwani.

Menatap Tahun 2026, DKPP mengusulkan program Rehabilitasi Sawah seluas 700 hektare untuk menghidupkan kembali lahan-lahan terbengkalai. Fokus juga diarahkan ke sektor peternakan guna mengurangi ketergantungan terhadap pasokan daging dan telur dari luar daerah.

Di sektor perkebunan, DKPP mendorong sinergi antara perusahaan sawit dan masyarakat melalui pola plasma dan pemanfaatan dana CSR.

“Perusahaan besar harus memberi dampak nyata bagi warga sekitar. Kami ingin koordinasi yang lebih terbuka agar pertumbuhan ekonomi benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya.

Dengan dukungan infrastruktur seperti Jalan Usaha Tani (JUT) dan bantuan benih, DKPP optimistis tahun 2026 akan menjadi momentum kebangkitan bagi petani, peternak, dan pekebun di Bumi Saijaan.

Selain bekerjasama dengan Kodim 1004 Kotabaru, lanjutnya,  pihaknya juga bekerja sama dengan Yon TP 884 Saijaan di segala sektor guna terwujudnya ketahanan pangan di kabupaten Kotabaru dan juga menuju Kotabaru Hebat.

“Semoga saja kabupaten Kotabaru menjadi lumbung padi di 13 kabupaten/kota yang ada di provinsi Kalimantan Selatan,” harapnya.

Sementara itu, Dandim 1004 Kotabaru Letkol Inf. Cecep Cahyadi melalui Pasi Intel Kapten Setiawan mengatakan tugas TNI tidak hanya sebagai ujung tombak menjaga ketahanan NKRI, tapi pihaknya juga siap selalu mendukung program Presiden RI dalam menciptakan ketahanan pangan khususnya di wilayah Kabupaten Kotabaru.

“Maka dari itu, Kodim 1004 Kotabaru melakukan kolaborasi dengan dinas Ketahanan pangan dan Pertanian dalam mewujudkan ketahanan pangan,” tegas Setiawan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *