KabarKalimantan, Batulicin – Menteri Pertahanan (Menhan) Republik Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin melakukan kunjungan kerja ke Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) 828/Banua Warani Mattone yang berada dalam wilayah tanggung jawab Kodim 1022/Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Rabu (26/11/2025).
Sjafrie Sjamsoeddin tiba di Bandara Bersujud Tanah Bumbu sekitar pukul 11.00 Wita bersama rombongan menggunakan pesawat Airbus TNI AU model A400M, nomor registrasi ARTT 4001, disambut oleh Pejabat setempat, TNI, Polri, pihak eksekutif, legislatif dan tokoh Kalsel Andi Syamsudin Arsyad atau yang lebih akrab disapa Haji Isam.
Diketahui pesawat Airbus taktis angkut berat A400M berkekuatan 37 ton dan mampu menjelajah di udara selama 11 jam tanpa mengisi bahan bakar dalam kondisi normal tanpa muatan penuh, dengan jarak tempuhnya mencapai sekitar 8.900 kilometer dalam kondisi tersebut, dan bermesin empat turboprop.
Kunjungan ini menjadi bagian dari agenda peninjauan kesiapan satuan serta penguatan sistem pertahanan di wilayah selatan Kalimantan. Kedatangan Menhan disambut oleh Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin, S.A.P., M.Sc. beserta Danrem 101/Antasari Brigjen TNI Brigjen TNI Ilham Yunus, M.Sc., S.Sos. dan jajaran, Forkopimda, serta seluruh prajurit Yon TP 828/BWM yang telah bersiap menyambut sejak pagi.
Suasana penyambutan berlangsung penuh kehormatan dan kekhidmatan, mencerminkan semangat prajurit yang selalu menjaga kehormatan satuan.
Setelah menerima laporan kedatangan, Menhan langsung menuju ruang briefing untuk menerima paparan terkait kondisi satuan, perkembangan kegiatan pembinaan, serta kesiapan operasional Yon TP 828 dan wilayah Kodim 1022/Tanah Bumbu secara umum.
Kunjungan berlanjut dengan peninjauan langsung berbagai fasilitas satuan, mulai dari barak prajurit, gudang peralatan, dapur umum, hingga makan bersama prajurit.
Menteri Pertahanan RI Jendral TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh prajurit dan komandan satuan.
Ia menegaskan bahwa TNI di daerah memiliki peran vital dalam menjaga stabilitas keamanan dan pertahanan nasional, sekaligus menjadi garda terdepan dalam membangun kedekatan dengan masyarakat.
“Prajurit di daerah adalah ujung tombak pertahanan negara. Kesiapan dan pengabdian saudara semua adalah fondasi utama bagi keutuhan bangsa,” tegas Menhan.
Menhan memastikan bahwa kesiapan personel harus sejalan dengan kesiapan sarana dan prasarana. Ia juga berdialog dengan sejumlah anggota, menanyakan kondisi keluarga, tugas sehari-hari, serta berbagai kebutuhan yang dapat menunjang peningkatan kinerja di lapangan.
Pada kesempatan tersebut, Menhan turut menyampaikan komitmen pemerintah dalam pembangunan pertahanan yang modern dan adaptif, termasuk penyediaan peralatan yang sesuai dengan tuntutan perkembangan teknologi.
Ia menekankan pentingnya semangat belajar, semangat melatih diri, dan semangat merawat peralatan sebagai bagian dari profesionalisme prajurit.
Kunjungan Menteri Pertahanan RI ke Yon TP 828 ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan satuan TNI di daerah.
Selain menjadi bentuk perhatian terhadap kesejahteraan dan kesiapan prajurit, kunjungan ini juga menegaskan komitmen pemerintah dalam membangun pertahanan negara yang kuat, modern, dan responsif terhadap dinamika ancaman.
Terpantau media ini, selain meninjau lokasi proyek bangunan Batalyon 828 BWM jalan Kodeco kilometer 10, Menhan RI juga meninjau lokasi marshaling Gedung Mahligai yonif TP 828/BWM di wilayah Perkantoran Gunung Tinggi.
Slamet Riadi











