KabarKalimantan, Kandangan – Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Desy Oktavia Sari, melanjutkan kegiatan reses di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Selasa (20/1/2026). Reses dilaksanakan di Desa Sungai Kupang dan Desa Gambah Dalam Barat, Kecamatan Kandangan, dengan menyerap aspirasi warga terkait penanganan banjir, infrastruktur, ketenagakerjaan, serta perlindungan sektor pertanian.
Di Desa Sungai Kupang, warga menyampaikan persoalan banjir yang kerap merendam permukiman. Warga mengusulkan peninggian rumah serta penataan sungai dan drainase untuk mengurangi luapan air ke kawasan hunian.
Desy mengatakan kehadirannya bersama dinas teknis bertujuan agar aspirasi masyarakat tidak berhenti pada tataran usulan. Ia ingin masyarakat mendapatkan penjelasan langsung mengenai rencana dan teknis penanganan dari instansi terkait.
“Saya sengaja mengajak dinas terkait agar aspirasi warga bisa langsung didengar dan dijelaskan secara teknis, sehingga masyarakat juga mengetahui rencana dan arah penanganannya,” ujar Desy.
Atas permintaan Desy, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Hulu Sungai Selatan turut hadir dalam kegiatan reses tersebut. Perwakilan Dinas PUPR menyampaikan bahwa pada tahun 2026 telah direncanakan pengerukan sungai sepanjang sekitar 35 kilometer sebagai solusi jangka menengah untuk mengurangi risiko banjir.
Selain persoalan banjir, warga juga menyampaikan kebutuhan pelatihan bagi pemuda yang sesuai dengan kebutuhan rekrutmen perusahaan. Menanggapi hal tersebut, pihak PUPR menjelaskan bahwa pada rencana pembangunan gedung Dinas Tenaga Kerja ke depan, juga akan dibangun gedung pendidikan dan pelatihan sebagai pusat pengembangan keterampilan tenaga kerja.
Sementara itu, di Desa Gambah Dalam Barat, aspirasi warga lebih menitikberatkan pada dampak banjir terhadap lahan pertanian. Atas permintaan Desy, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Lutfiana, hadir untuk menjawab langsung aspirasi warga, termasuk terkait penguatan program asuransi tani.
Lutfiana menjelaskan bahwa asuransi tani penting untuk melindungi petani dari risiko gagal panen akibat genangan air yang berlangsung lebih dari tiga hari. Program tersebut diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi petani saat menghadapi bencana banjir.
Desy menyatakan seluruh aspirasi masyarakat yang disampaikan dalam kegiatan reses tersebut akan dicatat dan diperjuangkan melalui pembahasan kebijakan bersama pihak terkait.[]












