KabarKalimantan, Marabahan – Manfaatkan limbah sabut kelapa, mahasiswa Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari (UNISKA MAB) yang tergabung dalam Kelompok 25 Kuliah Kerja Nyata (KKN) menginisiasi Workshop Kokedama atau seni menanam tanaman hias dalam bola tanah berlumut atau berserat tanpa pot, di Desa Tamban Sari Baru.
Kegiatan yang menyasar ibu-ibu PKK dan bertujuan untuk mengubah limbah sabut kelapa yang selama ini tidak termanfaatkan secara optimal menjadi produk bernilai jual dan estetis.
Di tangan para mahasiswa, teknik tersebut diadaptasi menggunakan sabut kelapa lokal yang melimpah di Desa Tamban Sari Baru, Kecamatan Tamban, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan.
Mahasiswi peserta KKN UNISKA sekaligus narasumber dalam Workshop Kokedama, Wanda mengungkapkan, salah satu hal yang ditemukan dari hasil observasi lapangan menemukan kurang dimanfaatkannya limbah sabut kelapa. Untuk itu, kelompok 25 berinisiatif melaksanakan Workshop Kokedama dan mengajak warga mengubah limbah menjadi produk bernilai ekonomis dan estetis.

“Melalui Kokedama, kami ingin mengedukasi masyarakat bahwa sabut kelapa tidak harus menjadi sampah. Justru bisa menjadi peluang usaha rumahan yang ramah lingkungan,” ungkap Wanda
Selain Workshop Kokedama, kelompok 25 KKN Uniska juga menjalankan program lain, seperti Gemuruh Sunnah (Lomba Adzan dan Hafalan Surah Pendek bagi anak-anak TPA/TPQ), gotong royong Bakti Nyata membersihkan musholla, Senam Sehat – Gemar Sehat bersama ibu-ibu, nonton bareng film edukatif bersama anak-anak desa, serta Workshop Ecoprint untuk siswa SDN Tamban Sari Baru.
Ketua Kelompok KKN 25, Annisa, menyampaikan terimakasih dan rasa syukur atas partisipasi aktif dan dukungan penuh dari warga desa Tamban Sari Baru selama mereka KKN.
“Kami tidak hanya belajar mengabdi, tapi juga belajar hidup bersama masyarakat. Kehangatan dan gotong royong warga memberi energi besar bagi kami selama menjalankan program,” ujarnya.
Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan KKN UNISKA MAB, Afwan Sila, S.P., M.P., mengatakan, program KKN yang berlangsung sejak 30 Juli hingga 3 Agustus 2025 tersebut, mahasiswa KKN telah menjalankan berbagai program kerja berbasis potensi lokal dan hasil identifikasi permasalahan masyarakat yang sebelumnya telah digali melalui observasi lapangan dan wawancara sejak 25 Juli 2025.
“Semua program kerja yang dijalankan mahasiswa merupakan hasil dari ide dan analisis mereka sendiri setelah observasi langsung di lapangan. Kami hanya membimbing dari sisi teknis pelaksanaan agar dapat berjalan dengan lancar,” katanya.
Ia menambahkan, setelah resmi berakhir pada 3 Agustus 2025 lalu, selanjutnya mahasiswa tengah memasuki tahap penyusunan laporan kegiatan sebagai bentuk pertanggungjawaban akademik sekaligus dokumentasi kontribusi mereka kepada masyarakat Desa Tamban Sari Baru, Kecamatan Tamban, Kabupaten Barito Kuala.
”Kini, proses penyusunan laporan tengah dilakukan sebagai bagian dari penilaian akademik sekaligus bentuk pertanggungjawaban kegiatan KKN. Lebih dari itu, laporan ini juga menjadi catatan sejarah keterlibatan generasi muda dalam membangun desa melalui pendekatan edukatif, kolaboratif, dan solutif,” pungkas Afwan.











